|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dinilai gagal bina UKM
Mahasiswa Unsrat Tuntut PR III Dicopot
|
Mahasiswa Unsrat menuntut Rektor Prof Dr Ir Lucky Sondakh MEc untuk mencopot Prof Drs Ishak Pulukadang dari jabatan PR III bidang kemahasiswaan. Alasannya, PR III selama menjabat sering menelurkan sejumlah kebijakan controversial yang merugikan mahasiswa.
Sejumlah pengurus unit kegiatan mahasiswa (UKM) menyatakan, tuntutan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan akibat ketidakberesan PR III dalam membina ormawa. “PR III sekarang bukan membina namun membinasakan ormawa. Ini terbukti dari kebijakannya untuk merampingkan UKM. Seharusnya PR III mendorong UKM berkembang untuk menampung kreatifitas dan potensi mahasiswa, bukan sebaliknya jadi kami dengan tegas menolak perampingan. Selain itu dana kegiatan mahasiswa sering tidak turun sehingga menghambat kegiatan. Ini disengaja agar UKM impoten sehingga bisa dirampingkan,” kata mereka, Senin (12/06), saat ditemui Komentar.
Mereka juga menyayangkan PR III yang dinilai mengadudomba mahasiswa. “Kebijakan mengeluarkan SK pengurus baru UKM sama saja dengan membenturkan mahasiswa dengan mahasiswa. UKM-UKM di Unsrat akan hancur karena PR III menempatkan pengurus tandingan yang tak paham seluk-beluk UKM dan berorganisasi. Nantinya mereka mudah dikontrol PR III, sama seperti Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) di masa orde baru,” tandas mereka seraya meminta PR III tak lagi mengeluarkan statement yang meresahkan mahasiswa.
Meski demikian mereka menyokong statement rektor yang meminta mahasiswa tetap tenang. “Kami berterimakasih karena rektor juga mengisyaratkan agar terus diadakan dialog. Untuk itu kami meminta rektor berdialog dengan mahasiswa dengan menghadirkan PR III dan seluruh PD III. Apalagi Prof Sondakh waktu debat visi-misi calon rektor tahun 2003, menyatakan ormawa berdaulat dan demokratis.,” ujar mereka seraya menambahkan pelaksanaan dialog harus dilaksanakan di aula PKM.
Sementara itu dalam press release-nya ketua senat mahasiswa fakultas hukum Dedykarto Ansiga menyatakan mahasiswa Unsrat tak perlu takut dengan rencana perampingan. “Dari sinilah kita kembali bersatu. Yang perlu takut adalah PR III. Karena kalau rencana ini dipaksakan untuk direalisir, bisa jadi karir Ishak Pulukadang sebagai PR III berakhir. Suharto saja oleh mahasiswa bisa diturunkan dari kursi presiden,” katanya.
Ia menambahkan Pulukadang telah gagal sebagai PR III. “Selama Prof Pulukadang menjadi PR III, MPM dan BEM tidak berjalan dengan baik, malah dapat dikatakan tak pernah ada. Ukuran seorang PR III dikatakan berhasil, apabila dua ormawa tertinggi di Unsrat berjalan baik. Tapi nyatanya kedua organisasi hampir dua tahun ini seperti mandul. Apakah rencana perampingan UKM sengaja diwacanakan supaya perhatian mahasiswa terfokus pada wacana ini? Agar mahasiswa tak lagi menuntut dipercepatnya pelaksanaan Sidang Umum untuk pemilihan MPM dan BEM,” tukasnya.(win)
|
|