HOME : FOOTBALL

Headlines News  

14 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Laporan Jeffry Th Pay, Tobelo, Halmahera Utara 
Berhasil jalani operasi gratis di LA Penderitaan Yulce Berakhir Sudah


MASIH ingat nama Yulce Da-elangi, warga Tobelo Halmahe-ra Utara (Halut) yang mengala-mi luka bakar di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Siapa sangka Yulce yang sudah dising-kirkan oleh keluarga dan ma-syarakat di mana ia tinggal, dan secara kasar dikatakan tinggal menunggu kematian itu, kini sembuh dan merasa bahagia ka-
rena telah melewati penderi-taan itu.
Ketika saya diundang untuk menjadi pembicara dalam Lo-kakarya Jurnalisme Damai di Tobelo, pada 8-9 Juni lalu, sa-ya tidak menyia-nyiakan wak-tu untuk dapat mengetahui perkembangan Yulce. Kebetu-lan panitia yang melaksana-kan lokakarya Jurnalisme Da-mai ini, yakni Yayasan Berkati Indonesia, juga adalah fasilita-tor Yulce untuk bisa menda-patkan pengobatan gratis di Amerika Serikat. 
Untuk menemui Yulce yang tinggal di Desa Paca Kecamatan Tobelo Selatan, dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pusat kota Tobelo. Di Paca ia kini tinggal bersama kedua orangtuanya dan seorang adiknya. Rumah mereka tampak sederhana, tapi kedua orangtuanya begitu ramah. Ibunya bernama Nice Bara, dan ayahnya bernama Bison Tomariton Daelangi.
Saat ke Paca, Yulce ternyata tidak berada di rumah, dan menurut orangtuanya ia lagi pergi ke kebun bersama te-mannya. Karena sudah sore, saya dengan Alex dari YBI yang mengantar saya, berjanji akan datang besoknya. Tapi, syukur di tengah jalan ke Tobelo, kami langsung bertemu Yulce yang sedang berjalan bersama temannya. Saat itu pun ia tidak keberatan untuk sama-sama kembali ke rumahnya.
Meskipun masih nampak bekas-bekas operasi dan luka di wajah dan tubuhnya, na-mun Yulce tampak begitu per-caya diri. Ia pun tidak kaku menjawab pertanyaan-perta-nyaan yang diajukan. Sesam-painya di rumahnya, kami pun mulai bercakap-cakap bersa-ma kedua orangtuanya.
Kejadian tanggal 16 Nopem-ber 2003 memang tidak bisa dilupakan oleh Yulce dan orangtuanya. Karena saat itulah ia mengalami luka bakar, saat hendak mengisi minyak pada lampu botol yang oleh orang Tobelo menyebutnya loga-loga. Kebetulan lampu itu lagi menyala.
Saat mengisi minyak itu, tiba-tiba lampunya meledak. “Ada dugaan, rupanya minyak yang digunakan itu, tidak lagi murni minyak tanah tapi sudah tercampur bensin atau bahan lainnya,” ujar ibunya, Nice Bara yang juga dibenar-kan ayahnya Bison Tomariton Daelangi.
Dugaan ini dikuatkan de-ngan kejadian yang terjadi bersamaan pada waktu itu, di mana ada sekian korban luka bakar dengan latar belakang yang sama. Bahkan satu orang di antaranya meninggal dunia. “Sangat disayangkan pada waktu itu, tidak ada tindakan dari aparat,” ujar Alex dari YBI.
Dalam percakapan dengan Yulce dan orangtuanya itu, kembali mereka menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang begitu memilukan itu, sampai akhirnya mereka mendapat pertolongan dari Yayasan Berkati Indonesia.
Menurut ibunya, ketika ke-celakaan itu terjadi mereka langsung membawa Yulce ke puskesmas terdekat di Tobelo. Tapi karena saat bersamaan juga datang korban luka bakar yang telah meninggal, mereka mengurungkan niat untuk mendapat pertolongan di pus-kesmas, karena takut jangan sampai Yulce yang saat keja-dian baru berumur 11 tahun mengalami kematian yang sama.
Mereka kemudian memilih untuk berobat secara tradisio-nal. Dan selama beberapa bu-lan, dalam kondisi yang sa-ngat memprihatinkan, Yulce tetap bertahan dalam penderi-taan. Sehingga pada satu wak-tu, Yayasan Berkati Indonesia melaksanakan pengobatan gratis di wilayah Tobelo Sela-tan, dengan meminjam pus-kesmas setempat. 
Dalam pelayanan pengoba-tan itu, Yulce ikut dibawa ke puskesmas. Dari situlah Yaya-san ini menawarkan untuk mengobati Yulce. Mendengar kabar itu Yulce dan orangtua-nya sangat gembira. Meskipun mereka ditawarkan untuk menjalani operasi di Amerika Serikat. Apalagi YBI bersedia menanggung semua biaya, baik pengobatan maupun bi-aya perjalanan dan surat-su-rat yang diperlukan, termasuk paspor dan visa.
Maka pada bulan Agustus 2004, dengan diantar Ibu Es-ther dari YBI, berangkatlah Yulce bersama ibunya ke Ame-rika Serikat. Mereka kemu-dian diantar ke Los Angels, untuk menjalani perawatan di Los Center Hospital.
Setelah tiga hari berada di Los Angels, mereka kemudian dipanggil pihak rumah sakit tersebut. Yulce kemudian menjalani operasi secara ber-tahap. Dan pada tiga minggu kemudian Yulce telah sembuh total, meskipun masih terda-pat kerutan-kerutan. Setelah operasi ia menjalani terapi fisik dan psikologi lainnya. Tak terasa mereka sudah berada di AS selama satu tahun dua bulan. Bahkan Yulce dan ibu-nya sudah bisa berbahasa Inggris.
Yulce sendiri merasa bahagia karena kemurahan Tuhan ia boleh disembuhkan melalui orang-orang yang peduli de-ngan dia, khususnya dari YBI.
Ibunya juga bangga kepada anaknya, karena Yulce me-mang punya semangat hidup yang tinggi, meskipun ia harus menderita seketika lamanya. Dan Yulce saat ini kembali bersekolah di salah satu SD, di mana ia terpaksa ditinggalkan oleh teman-teman kelas se-belumnya, berhubung sekitar dua tahun ia menderita.
Yulce juga kini tengah me-nunggu waktu untuk berang-kat kembali ke Amerika sesuai dengan janji YBI. Kepergiannya kembali ke Amerika adalah untuk menjalani operasi pem-bersihan wajah, sekaligus pera-watan untuk tulang, payudara dan bagian punggungnya. “Ren-cananya kami akan berangkat bulan Agustus 2006 nanti,” ujar ibunya Yulce, seraya berharap agar kehidupan mereka, khu-susnya Yulce selalu didoakan oleh yang peduli terhadap pen-deritaan mereka.(**)


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin