|
Persmin Fokus Curi Poin
Laporan: Steven Runtuwene, Malang
|
|

|
|

|
|
|
BOLAMANIA
|
|

|
|

|

|
News
Links
|
|
|
|
|
|
TRIBUN OLAHRAGA
|
|

|
|

|

|
News
Links
|
|
|
|
|

|
MESKI telah menjadi tim pertama Divisi Utama Liga Indonesia, yang masuk putaran delapan besar, kubu Persmin Minahasa tetap fokus pada laga away terakhir di Kota Malang. Bertandang ke Stadion Gajayana Malang, Rabu (14/06), pukul 19.00 WIB malam nanti, Laskar Burung Hantu telah memasang target curi poin.
Tekad curi poin dilontarkan seluruh petinggi Persmin karena seluruh pemain telah memiliki motivasi yang tinggi menyusul keberhasilan di kandang Persegi Gianyar, beberapa waktu lalu. Pelatih Joko Malis ketika diwawancarai sejumlah wartawan baik wartawan lokal Malang dan personil Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM) serta wartawan Komentar, Steven Runtuwene di Hotel Regents Malang, dengan entengnya mengaku bahwa Persmin jangan disamakan dengan Persibom.
Menurut Malis, kekalahan 4-0 Persibom atas tim tuan rumah Persema Minggu (11/06) lalu. Jangan dijadikan tolak-ukur, bahwa kekuatan Persmin sama dengan kekuatan Persibom. Intinya, Persmin merupakan juara wilayah timur sekarang ini. Jadi, wajar dan pantas kalau Persmin dikatakan lebih hebat atau lebih diatas prestasinya dari Persibom. “Persmin-kan bukan Persibom to, jadi nanti kita lihat saja dilapangan. Curi poin di kandang lawan, adalah target Persmin sampai saat ini,” sindir Malis.
Untuk itu, menghadapi Laskar Ken Arok julukan Persema Malang besok (hari ini, red). Semua kekuatan Persmin merata atau sama, itu sudah terlihat dan teruji dalam beberapa pertandingan lalu. Dimana, baik yang menjadi tim inti atau cadangan, teknik dan skill pemain sudah merata atau bisa dikatakan sama. Jadi dalam pertandingan tersebut, Persmin akan tetap menurunkan kekuatan penuh yakni dengan formasi 3-5-2.
Soal pemain yang bakal diturunkan, akan dilihat siapa yang paling siap. Yang pasti, gelandang andalan Persmin Steivy Kussoy tak bisa memperkuat Tim Manguni Makasiouw. Karena ibu kandung Ateng panggilan akrab Steivy, dikabarkan meninggal dunia. Dan Ateng harus kembali ke kampungnya Papakelan Tondano, untuk mengikuti penguburan kemarin. “Meski Persmin berduka karna ibu kandung Ateng meninggal, tapi pertandingan lawan Persema tak akan dilepas begitu saja. Curi point adalah target kita,” ketus Joko Malis.
Sementara itu, Manager Persmin Recky Pontoh didampingi koordinator Drs Warouw Karouwan disela-sela uji coba Stadion Gajayana Malang sore kemarin, mengaku telah menyiapkan dana atau bonus sebesar Rp 100 juta bagi seluruh pemain Persmin. Apabila kemenangan di Gianyar Bali lalu, bisa terulang kembali dan dibuktikan ke fans serta warga Minahasa. Bahwa Persmin bukan hanya jago kandang, melainkan mampu atau jago pula di luar kandang untuk curi point. “Kan torang Persmin so teruji, bukan hanya jago kandang. Kalo di Gianyar dan Ternate bisa, kenapa di Malang tak bisa. Semua tergantung doa dan dukungan kita semua,” ungkap Pontoh tersenyum. (***)
|