HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

13 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Identifikasi Fenomena Alam(4)
Kurikulum pendidikan geografi di minta terfokus untuk mengenali bencana alam.

 IKUTI BERITA LAIN

SPeluang Industri Mandiri Biodiesel di Sulut(5)

 SURAT PEMBACA

Pak Gubernur Sulut, dan Pak Walikota Manado

 COMMENTAREN

Mewaspadai Imbas Ormas Anarkis


Di atas Pasir Merapi itulah di bangun kota-kota yang ada se-karang. Masyarakat tidak me-ngetahui bahwa di bawah tem-pat tinggal mereka terjadi pa-tahan yang merupakan zona lunak dan rawan terhadap gempa bumi. Saat terjadi ram-batan energi dari gempa tekto-nik, patahan di daratan di go-yang dan bergerak mendatar, pada saat itu terjadi kerusakan bangunan yang ada di atasnya. Kerusakan bergerak ke barat karena materialnya lebih lunak di banding perbukitan sisi timur. Jelasnya kerusakan paling parah terletak pada dae-rah zona lemah. (DR Dwikorita K & DR Subagyo P, Fak. Tekh-nik-UGM Yokyakarta, Kompas 31/05/2006)
Pada tahun 1985 dalam rang-ka penyusunan kertas kuliah wajib Jurusan Geologi AKAMI-GAS – PPT MIGAS Cepu-Jawa Tengah, penulis melakukan studi lapangan di laboratorium Geologi Lapangan UGM Bayat, pantai Parangtritis hingga museum Geologi Sangiran di Solo. Pada penulisan opini ini penulis menjelaskan tentang perbedaan antara pengetahuan Geografi dan disiplin ilmu Geo-logi. Dan lebih khusus lagi kai-tannya dengan berbagai feno-mena bencana alam. Meskipun di susun berdasarkan referensi publikasi media harian nasio-nal tapi justru peristiwa ben-cana alam Yokyakarta sarat de-ngan materi bidang ilmu Geo-logi seperti; Geologi Struktur, Geologi Sejarah, Geofisika, Vulkanologi, dan Geologi Tekh-nik. Sangat jelas dari ilmu Geo-logi yang telah di paparkan di atas peranan Geologi Struktur, kita dapat mengatahui apa ya-ng di sebut Lempeng Benua, Patahan, Sesar, Graben/Horst pada lapisan batuan dan gaya-gaya yang bekerja hingga ter-ciptanya gerakan atau getaran penyebab gempa bumi seperti pada kenampakan hasil analisa para pakar Geologi pada ben-cana alam bumi Yogyakarta. Juga pada Geologi sejarah (paleohistory) dimana daerah Yogya pada 10.000 tahun lalu (skala waktu Geologi) telah tertutup oleh endapan material vulkanik Gunung Merapi dan kurang lebih 5 juta tahun silam terjadi patahan geser mendatar dan telah membentuk kenam-pakan morfologi kota Yogya-karta dan sekitarnya seperti saat ini (pra bencana)
Peristiwa maha dahsyat Tsunami Aceh-Nias tanggal 26 Desember 2004 telah menelan korban jiwa mencapai kurang lebih 80.000 jiwa serta keru-gian materi tak ternilai besar-nya (Aceh-Nias mundur 10-15 tahun dalam pembangunan infrastruktur). Saat itu gelom-bang air laut Tsunami setinggi 2-3 meter dengan kecepatan rambat gelombang 800 km per jam dari pusat gempa (episen-trum) berkekuatan 8,9 SR dari kurang lebih125 km sebelah barat Meulaboh pada kedala-man kurang lebih 10,0 km di dasar laut India melanda se-bagian daratan Aceh. (Kompas, 08/01). Selang beberapa bulan kemudian pulau Nias pun ma-sih di guncang gempa dan kor-ban pun berjatuhan kembali.
Saat ini selang tujuh belas bulan kemudian tanggal 27 Mei 2006 daerah Istimewa Yogya-karta di landa musibah gempa bumi dahsyat berkekuatan 5,9 SR berasal dari episentrum 33 km di dasar laut sekitar 40 km selatan Yogya. Bencana Yogya kembali menelan korban 5.846 jiwa dan 17.515 orang luka be-rat dan 5.216 orang luka ri-ngan. Jumlah rumah yang rata tanah mencapai 48.873 unit, sekitar 56.559 unit rumah pen-duduk rusak berat/roboh dan 62.155 unit rusak ringan (data sementara Depsos) (Komentar, 01/06/2006) Bentangan jaja-ran kepulauan Nusantara sejak dari Pulau Sumatera hingga Irian Jaya Barat/Papua ber-dasarkan data PusLitBang Geologi sesuai penelitian; JA Katili (1973), Silver (1983), W Hamilton (1978),Viser & Her-mes (1962) terdapat 10 sesar aktif dan sebaran gempa bumi.
Suatu upaya memprediksi gempa dilakukan Japan Marine Science & technologi Center (Jamstec). Program Intergrated ocean drilling tahun 2006 dengan kapal pemboran cikyu di daerah-daerah seismogenik dilaut yang sudah di ketahui akan di bor dan dipasang alat. Alat yang di pasang akan mengukur pada tekanan berapa gempa terpicu di batuan itu. Kalau dari bebagai pe-ngukuran di peroleh kons-tanta tekanannya, maka bila struktur batuannya sama akan bisa di gunakan untuk mem-prediksi kedatangan gempa secarah presisi (teliti). Kompas, 02/04/2005.
Sungguh menarik bukan? Selain dapat mengenal dan me-rencanakan upaya antisipasi bencana (mitigasi) akibat gempa bumi, tsunami dan tanah longsor, disiplin ilmu Geologi (bukan Geografi) adalah jawaban atas harapan kalang-an pendidikan daerah Sulut itu. Cabang-cabang ilmu Geo-logi; Geologi struktur, Geologi Sejarah, Geofisika, Volkanologi, serta Geologi Tekhnik adalah ilmu Geologi terkait sumber da-ya alam lebih khusus lagi men-jawab asal mula kejadian dan bencana alam.
Sebuah proses evolusi kebu-mian sedang berlangsung, dan dampaknya terkadang sebagai sebuah fenomena tragedi bencana alam yang menimpa umat manusia. Bukan mem-beri kesan pesimists terhadap natural disaster berwujud monster alamiah itu. Tetapi bila kita mengenal dan dapat me-ngidentifikasi gejala-gejala fe-nomena alam kebumian (geo-logi) sejak dini melalui disiplin ilmu geologi, mustahil kita, ter-utama pemerintah dan instansi terkait tak dapat menganti-sipasi seminimal mungkin dampak yang di akibatkannya.
Setelah Meulaboh Nangroe Aceh Darussalam, kini Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, apakah mesti ada pertanyaan yang menyatakan berikutnya di mana lagi?
Wal’llahu alam bishawab! Tuhan jualah yang maha me-ngetahui yang sebenarnya !(*)


Penulis
Alumni Jurusan Geologi AKAMIGAS
PPT-perminyakan & Gas Bumi
Cepu Jawa Tengah

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin