|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Soal tuntutan pencopotan PR III
Rektor Unsrat Siap Dialog dengan Mahasiswa
|
Tuntutan mahasiswa yang meminta Prof Drs Ishak Pulukadang dicopot dari posisi Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan, ditanggapi rektor Unsrat Prof Dr Ir Lucky Sondakh MEc. Ia menyatakan dirinya siap berdialog dengan mahasiswa dan sekali lagi meminta mahasiswa untuk menahan diri.
Kesiapan rektor untuk berdialog tersebut disampaikan kahubmas Daniel Pangemanan SH. Dikatakannya, rektor sangat memahami apa yang terjadi di UKM. “Penyelesaiannya akan ditangani rektor dengan melibatkan PR III dan PD III seluruh fakultas, serta para mahasiswa yang merupakan pengurus unit kegiatan mahasiswa (UKM). Rektor berjanji akan duduk bersama satu meja membahas semua persoalan yang dialami organisasi kemahasiswaan (ormawa). Termasuk pola organisasi seperti apa yang menguntungkan UKM yang bisa diterima seluruh mahasiswa,” kata Pangemanan mengutip perkataan rektor, Selasa (13/06).
Rektor juga menyatakan apa yang dituntut mahasiswa merupakan hal yang wajar. “Namun kita semua harus berpikir rasional dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, sekali lagi mahasiswa diminta menahan diri dan mengandalkan iman dan nalar berpikir. Jangan sampai diprovokasi dari luar karena masalah akan diselesaikan dalam institusi,” kutip Pangemanan.
Sondakh meminta semua pihak untuk kedepankan konsep yang bisa membangun Unsrat ke depan. “Jangan lihat dari sudut pandang sempit atau kelompok tertentu yang bisa memecahkan Unsrat,” ujarnya.
Ditanya tentang kapan dan dimana dialog akan dilakukan, Pangemanan mengaku rektor belum memberi kepastian. “Namun dialog akan dilaksanakan secepatnya,” tandasnya.
Sondakh juga menanggapi keluhan PD III yang jarang dilibatkan PR III dalam pengambilan keputusan menyangkut kemahasiswaan, termasuk tudingan bahwa staf PR III dianggap bertindak sebagai PD III bayangan. “Rektor mengatakan akan segera melakukan crosscheck dengan PR III,” jelas Pangemanan.
Tuntutan mahasiswa yang meminta pencopotan PR III tersebut merupakan puncak akumulasi kekecewaan mahasiswa. Pasalnya PR III dinilai ‘mengobok-obok’ ormawa dengan rencana perampingan UKM, rencana penerbitan SK pengurus UKM tandingan, termasuk juga alasan tak ada dana setiap kali mahasiswa akan mengadakan kegiatan.
Sementara itu saat akan dikonfirmasi, Selasa (13/06), PR III Prof Drs Ishak Pulukadang tidak berada di ruang kerjanya. “Prof sedang keluar daerah, berangkat ke Jakarta,” kata salah satu stafnya. (win)
|
|