|
|
|
|
![]() |
![]() |
Lanny Ratu dan Meilan Lelemboto
Rebut Perunggu di Singapura
ATLET anggar senior Sulut, Paulanny Ratu dan juniornya, Meilan Lelemboto, masing-masing berhasil meraih medali perunggu ketika berkiprah di Kejuaraan Anggar International di Singapura, 07-11 Juni 2006. Lanny, yang turun di nomor floret perorangan putri dan beregu putri berhasil menyumbangkan dua medali perunggu.
Sementara atlet yang masih berstatus junior, Meilan Le-lemboto berhasil meraih me-dali perunggu di nomor be-regu floret putri dan sabel pu-tri. Menariknya, dua medali yang diukir Meilan berasal da-ri nomor berbeda dan regu berbeda.
Untuk kategori floret, Mei-lan, yang juga adik dari pe-tinju Melky ‘Machis’ Lelem-boto, bergabung dengan Lan-ny, tapi di nomor floret, atlet yang sempat mengenyam pelatnas SEG Games XVI Ma-nila itu, justru bergabung de-ngan tim dari DKI Jakarta.
Pelatih cabang anggar Sulut, Wellem ‘Os’ Tarega ketika di-hubungi Komentar, kemarin mengatakan bahwa hasil yang didapatkan atlet-atlet Sulut di Singapura sudah cukup ba-gus.
Sebab, peserta yang ikut pada iven tersebut cukup ba-nyak dan berasal dari negara yang memiliki tradisi kuat di cabang olahraga anggar. Con-toh konkrit adalah hadirnya para atlet anggar dari Prancis, Cina, Korea Selatan serta be-berapa negara Eropa lainnya. “Hasil tiga perunggu sudah cukup bagus bagi Sulut, apa-lagi iven ini hanya dijadikan salah satu ujian sebelum ber-laga di iven-iven tingkat na-sional,” ujar Os.
Mengenai kegagalan Hendra Tarega dan Keneddy Kawe-ngian, menurut Os cukup di-maklumi sebab lawan yang di-hadapi cukup tangguh dan kedua atlet Sulut itu bisa mencapai babak 16 besar dari 60 peserta setiap nomor. “Saya kira hasil yang dicapai Hendra dan Keneddy sudah cukup lumayan. Tapi, sebagai pembina, sepulangnya ke Ma-nado, kami akan melakukan evaluasi mengenai hasil yang telah dicapai di Singapura serta hasil di Kaltim Terbuka,” imbuh Os.
Mengenai hasil di Kaltim, Os mengatakan bahwa dari tiga atlet yang dikirimkan, Sulut berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak. Medali emas diperoleh Nancy Manoppo setelah difinal me-ngalahkan rekan sesama atlet Sulut, Veronica Kelmanutu di babak final nomor sabel putri. Sementara Michael Rumuat yang turun di nomor sabel ju-nior berhasil meraih medali emas. Tapi, ketika tampil di kategori senior, Michael ha-nya mampu mendapatkan medali perak.(dni)
SETELAH melallui seleksi ketat selama empat hari, 10-13 Juni 2006 di Aula DPRD Minut, akhirnya Tim Bridge Pelajar Gabungan Bridge Mi-nahasa Utara (Gabminut), yang akan tampil di Kejua-raan Nasional Bridge Antar Pelajar di Jakarta, 04-07 Juli 2006 terbentuk. Pelaksanaan seleksi yang diketuai Boy Ru-mengan akhirnya menghasil-kan delapan pasangan ma-sing-masing empat pasangan kategori Sekolah Dasar dan empat pasangan kategori Se-kolah Menengah Pertama.
Dari hasil tersebut, Gabmi-nut akan melakukan pemu-satan latihan mulai Jumat (16/06) mendatang. Hanya saja, menurut pimpinan se-leksi, Ir Chris Hombokau MT, siapa pasangan ketiga hingga kemarin belum bisa ditentu-kan. “Yang pasti, peringkat pertama di masing-masing kategori secara otomatis lolos ke Jakarta. Tapi, untuk pe-ringkat ketiga dan keempat akan diputuskan kemudian,” jelas Hombokau.
Hasil seleksi untuk kategori pelajar Sekolah Dasar, pe-ringkat pertama diraih Putri Pomantaou/Shinta Lasut (179,34) persen, disusul Fi-kitha Sirap/Kristi Wala (164,031) persen dan Philep Runtupalit/Chistian Titiheru (135,177) persen serta Defid/Christian Legi (113.895) per-sen. Sementara untuk kate-gori SMP, peringkat pertama diraih Eko Julianto/Evan Am-pow (202,464) persen disusul Octavianus Kumakauw/Rifal Pandeiroth (193.471) persen dam Patricia Wangania /Gi-selia Korompot (176,068) per-sen serta Miranda Lube/De-rine Chalim dengan poin 154,343 persen.
Ketua Umum Gabminut, Drs Denny Wowiling MSi didam-pingi Komtek Ir EverSlat pada pengukuhan tim Gabminut di Aula DPRD Minut mengha-rapkan agar seluruh pelajar yang terpilih bisa memberikan yang terbaik untuk kemajuan cabang bridge di Minut. “Saya berharap pelajar yang akan mewakili Gabminut di kejur-nas bisa memberikan yang terbaik untuk kemajuan ca-bang bridge di Minut,” ujar Wowiling, yang juga adalah Wakil Ketua Dekab Minut.(dni)
Timnas Indonesia Pasang Target Juara di Verona
Timnas Indonesia yang di-perkuat tiga pasangan masing-masing Henky Lasut,Eddy Ma-noppo, Max Agouw,Sawon Mandey, Munawar Sawirudin-Harwin Budi Raharja bertekad untuk tmpil sebagai juara pada World Championship di Verona Italia, 16-19 Juni ini.
Melihat kekuatan tim sai-ngan, World Life Master Hen-ky Lasut menyatakan tetap opti-mis timnas Indonesia akan mampu bersaing. “Iven yang akan kita ikuti adalah nomo senior team, dan peluang untuk meraih hasil terbaik tetap ter-buka. Bila mungkin kita akan berusaha untuk tampil sebagai juara, katanya kepada Komen-tar di Bandara Changi Singa-pura, Selasa malam.(kim)
Catur KU ASEAN 2006
Irene, Andrean, Julisa, Anastasia Memimpin
EMPAT pecatur cilik Indo-nesia memimpin Kejuaraan Catur Kelompok Umur (KU) ASEAN ke-7 yang berlangsung di Krakatau Room Hotel Mer-cure Ancol, Jakarta, hingga babak ketiga Selasa (13/06) malam. Keempat pecatur ter-sebut adalah Irene Kharisma Sukandar di KU18 putri, And-rean Susilodinata di KU16 pu-tra, Julisa Pasaribu di KU10 putri, dan Anastasia Patrick di KU8 putri. Keempatnya mencetak angka sempurna tiga dari tiga babak.
Menurut Humas PB Percasi, Kristianus Liem melalui pesan email kepada Komentar, Irene yang masih berusia 14 tahun, berturut-turut mengalahkan Tran Le Tu Uyen (Vietnam) pa-da babak pertama, Nam Khine Hlyan (Myanmar) dan rekan senegara Margaretha Jane pa-da babak kedua dan ketiga. Sementara Andrean Susilodi-nata yang merupakan ang-gota termuda Dream Team In-donesia angkatan pertama, menang tiga kali seluruhnya atas pecatur asing yaitu Aung Pyal Phyo Zaw (MYA) dan dua pecatur Singapura Chan Peng Khoon serta Teo Wei Xing.
Julisa Pasaribu di KU10 ta-hun berturut-turut menun-dukkan Nguyen Thuy Van (VIE), Ng Zhi-Mei Charmaine (SIN) dan teman senegaranya Alifia Nanda Brilianty.(*/dni)
|
|