|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Minim, Sumber PAD Agribisnis
|
Manado-Patokan PAD Dinas Agribisnis yang saat ini hanya bertumpu pada peng-hasilan dari Rumah Potong Hewan (RPH) Manado khu-susnya yang terletak di Tikala dinilai tidak akan pernah mampu mendongkrak perole-han PAD. Pasalnya, dilihat dari kondisi yang ada keber-adaan RPH Tikala sudah tidak layak lagi dan sangat tergan-tung pada faktor cuaca.
“Kalau cuaca bagus maka aktivitas pemotongan sapi dapat mencapai 10 ekor. Ka-rena setelah melakukan pe-motongan yang dilakukan di lantai itu dapat langsung disi-ram dengan air. Tapi jika cua-ca hujan, otomatis pemoto-ngan tidak dapat dilakukan, karena lantainya pasti akan
terendam air. Nah, dengan kon-disi seperti ini bagaimana mung-kin PAD akan bergerak naik,” ungkap Kepala Dinas Agribis-nis Manado, Ir MHF Sendow.
Untuk keluar dari masalah ini, solusi yang tepat bagi Dinas Agribisnis adalah mengoptimal-kan RPH Bailang, tapi kenda-lanya justru terletak pada ham-batan rel pemotongan hewan yang tak dapat dioperasio-nalkan. Demikian juga dengan RPH Taas khusus untuk hewan babi, jika RPH ini diserahkan pada pemkot, maka pemotong-an juga akan maksimal.
“Nah, masalah-masalah inilah yang saat ini harus kita tang-gulangi untuk mendongkrak PAD. Bukan itu saja, kita juga akan meminta bantuan pusat untuk rel yang bengkok. Di lain pihak kita juga akan meng-intensifkan Perda Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penga-wasan dan Pembinaan Usaha Agrbisnis,” ujarnya kembali.(eda)
|
|