|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tawaluyan:
Ormas Radikal Selalu Berseberangan Dengan
Pluralisme
|
Radikalisme merupakan aliran yang menganut suatu sikap fanatis naif, sempit dan tertutup. Sedangkan, ormas radikal adalah wujud atau wadah yang menyalurkan sikap tersebut. Dalam lembaga apa saja, organisasi yang radikal selalu berseberangan dengan pluralisme dan kebhinekaan. Apalagi yang berkaitan dengan isu agama.
Efek so-sial dari sikap ra-dikal ini sangat luas. Be-sar dan berat se-kali. “Nah, ka-lau NKRI yang tumbuh dari pluralisme, keberbagaian suku bangsa, adat dan budaya mau dika-winkan dengan radikalisme naif kelompok ormas tertentu, sama halnya dengan menga-winkan paham Nasionalisme Agama Komunis (Nasakom) zaman dulu,” tandas Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Pastor Fred Tawaluyan Pr, Ra-bu (14/06).
Menurutnya, akan banyak efek negatif dari aksi-aksi yang dimotori oleh kelompok radikal ini, yang sedang di-alami oleh bangsa ini. Saat ini sudah sangat-sangat terasa dan mengkawatirkan. Dan terlalu banyak untuk disebut-kan. Fanatisme memang per-lu, tapi fanatisme naif (radi-kalisme), baik agama, ormas, atau orpol akan membawa ke-hancuran bangsa.
Untuk itu sangat baik ormas radikal ditertibkan, tapi harus disertai dengan peningkatan kewibawaan hukum yang be-nar-benar adil, merata dan mensejahterakan. Bukan ha-nya radikalisme abangan yang harus ditertibkan, tapi juga dan terutama motor dan penggerak yang mem-back-up aksi radikalisme tersebut. ”Dan ini merupakan tanta-ngan besar bagi penegak hu-kum,” katanya.(aan)
|
|