HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

15 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Makna Nilai Dan Nilai Filosofis Tinutuan
Refleksi Kota Manado Memasuki Gerbang Wisata Dunia 2010

 IKUTI BERITA LAIN

SPeluang Industri Mandiri Biodiesel di Sulut(5)

 SURAT PEMBACA

Pak Wali, Jalan Baru kok Rusak Parah?

 COMMENTAREN

175 Tahun PI dan Pendidikan Kristen di Minahasa


Ketika motto Kota Manado dari BERHIKMAT di ubah menjadi TINUTUAN, banyak anggota masyrakat Manado tidak setuju. Masing-masing memiliki alasan yang berbeda. Ada yang memberi Argumen bahwa TINUTUAN hanya sebatas makanan saja. Ada yang mengatakan bahwa Tinutuan memiliki makna religius. Dan sejumlah komentar lainnya yang antipati dan tanpa solusi.


Oleh : Drs.Montori Soleman, M.Pd
Kasi Kurikulum Subdin SMP
Dinas Diknas Kota Manado, Provinsi Sulut

Dampak berbagai komentar penolakan tersebut, membuat TINUTUAN sebagai motto baru Kota Manado belum di-terima secara luas oleh ma-syarakat. Ini dapat dilihat dari pencantuman Manado seba-gai Kota TINUTUAN belum ba-nyak terpajang di billboard, gapura atau dikain spanduk. Masyarakat terkesan enggan atau malu mencantumkan-nya. Kalau pun ada yang ter-pampang pada beberapa tem-pat seperti pertigaan, perem-patan jalan, dan pusat kera-maian dapat dikatakan baru merupakan usaha pemerin-tah. Sementara kesadaran dan usaha dari masyarakat belum nampak secara nyata.
Tulisan inui kiranya dapat mengubah maindset kita yang destruktif tentang kata TINUTUAN. Disamping itu, tulisan ini bukan bermaksud menggurui masyarakat, tetapi merupakan sebuah inovasi pemikiran bahwa di balik akronim kata TINUTUAN ter-dapat makna filosofis yang mengandung nilai estetika, etika moral yang harus kita pelihara dan kita junjung tinggi bersama.
Perluasan Makna
TINUTUAN adalah salah satu makanan khas Kota Ma-nado. Terbuat dari sejumlah bahan makanan yakni : be-ras, ubi, rebung (aur), sam-biki, milu (jagung), kangkung, gedi, dan bayam dilengkapi bumbu-bumbu yang terdiri dari daun kunyit, bawang daun, sere dan balakama. Ba-han lainnya sebagai penyedap pada saat penyajian adalah dabu-dabu atau sambal. Di rumah makan, dabu-dabu tersedia sesuai selera. Ada yang terbuat dari bakasang, ikan Roa dan terasi yang di-racik bersama rica (cabe), to-mat, bawang dan bumbu pe-nyedap lainnya. TINUTUAN dapat disantap bersama de-ngan ikan cakalang fufu, yak-ni ikan cakalang yang di awet-kan dengan asap.
Sejak kapan TINUTUAN menjadi makanan khas Kota Manado tidak diketahui. Te-tapi yang pasti sejak Manado didiami, TINUTUAN sudah menjadi salah satu makanan khas yang banyak digemari; tidak hanya oleh masyarakat manado sendiri, tapi juga masyarakat lainnya, bahkan dinikmati pula oleh turis asing yang datang dari ber-bagai penjuru dunia. Semua yang pernah menikmati mem-beri penilaian dan komentar yang sama bahwa TINUTUAN enak dan unik. Paling enak disantap saat masih panas-panas, sehingga kadang di-bawa jauh, tapi langsung dinikmati di rumah makan atau warung pengolahannya.
Dari segi makna, masyara-kat Manado mengartikan TINUTUAN ya TINUTUAN. Titik. Namun, masyarakat luar Manado seperti Jawa, Kalimantan dan Sumatera me-ngenal TINUTUAN dengan sebutan bubur Manado.
Kelezatan TINUTUAN yang begitu kesohor membuat ma-syarakat atau orang luar lebih muda mengingat TINUTUAN ketimbang Kota Manado se-bagai daerah asalnya. Hal ini-lah nampaknya yang mendo-rong Jimmy R Rogi selaku Walikota dan Abdi Wijaya Buchari SE MSi sebagai Wakil Walikota Manado masa bakti 2005-2010 memakai kata TINUTUAN sebagai motto Kota Manado.
Kepopuleran kata TINUTUAN membuat maknanya menga-lami perluasan. Maknanya bertambah ketika pada per-tengahan tahun 2005 di pakai sebagai motto Kota Manado. Kini maknanya tidak lagi se-batas makanan khas, tetapi meluas kedalam berbagai aspek dan segi kehidupan. Masyarakat Manado merasa dihargai karena makanan khasnya bisa diangkat se-bagai motto kotanya sendiri dari sisi pemerintahan, kata TINUTUAN mengandung mak-na bahwa dimata masyarakat pemimpin lebih merakyat, lebih kenal lingkungan sosial dan budaya, ras dan adat is-tiadat.
Makna dan
Nilai Filosofis 
Kata TINUTUAN sangat rele-van dengan visi kota Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia (KPD) tahun 2010. Apa dan bagaimana relevansinya? mari kita memahami bersama dari setiap huruf yang men-jadi akronim kata TINUTUAN.
Huruf T di bagian depan merupakan singkatan dari kata tempat, atau dapat juga merupakan singkatan dari kata taman.Tempat atau ta-man yang di maksudkan dalam konteks ini adalah lokasi objek wisata diKota Ma-nado seperti taman nasional Laut Bunaken, Taman kesa-tuan bangsa, Taman parkir se-perti di mega mas yang tertata dengan baik, tempat pemaka-man Umum (TPU) yang tera-tur dan terpelihara dengan baik untuk keperluan objek wisata, tempat pembua-ngan sementara atau akhir (TPS/A) yang teratur dengan baik untuk menarik minat turis domestik dan manca Negara.
Tempat atau objek wisata yang sudah seperti TNL Buna-ken, TKB, pantai Malalayang, pantai Molas perlu dipelihara oleh seluruh lapisan masyara-kat dengan berbagai cara yang konstruktif. Demikian pula tempat yang sudah ada seperti TPU, TPS, TPA, rumah sakit, sekolah, namun belum dianggap sebagai objek wisata vital perlu diciptakan sebagai lokasi objek wisata yang menarik.(bersambung)

Di Singapura misalnya,Rumah Sakit Mouth Elisabeth disamping tempat merawat pasien,juga merupakan objek wisata yang banyak memberi keuntungan devisa bagi singapura,karena yang datang berobat pada umumnya adalah orang yang berduit.Dari aspek pendidikan,kita terbuka peluang untuk menciptakan sekolah sebagai tempat atau objek wisata.sekolah yang lingkunganya asri perlu kita ciptakan.sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.menarik disini bukan dalm arti haya sekedar untuk dikunjuSTANDARISASI
Kita perlu standardisasi pro-duk untuk memberikan perl-indungan kepada konsumen jika produk ini dilepas ke pa-saran. Makmuri Nuramin, Ma-najer Teknik Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT berharap dalam tahun ini standardisasi Biodiesel da-pat ditetapkan pemerintah se-hingga teknologi pengolahan yang telah dikuasai BPPT da-pat segera dikomersialkan. (Kompas 09/09/2005).
Forum Biodiesel Indonesia (FBI) telah menyiapkan Stan-dar Tentatif Biodiesel Indo-nesia serta telah pula menga-jukannya kepada pemerintah untuk mendapat pengesahan sebagai Standar Resmi (Offi-cial Standard) Biodiesel Indo-nesia. Para anggota FBI pun kini giat melakukan pengem-bangan produksi diesel dari berbagai sumber daya mi-nyak-lemak nabati yang me-rupakan khazanah kekayaan alam dalam negeri. Para ang-gota FBI sampai sekarang te-lah membuktikan perfoma memuaskan dari Biodiesel melalui berma-cam uji coba ber-jangka waktu panjang. Beberapa roadshow berjarak ribuan kilometer dan pema-kaian rutin pada kendaraan masing-masing (hampir dua tahun dengan total jarak tem-puh kendaraan mencapai pu-luhan ribu kilometer).
Berikut ini contoh standar komersil untuk kelayakan Biodiesel di luar negeri.
KESIMPULAN
Peluang Sulawesi Utara untuk mengembangkan Bio-diesel terbuka lebar, tinggal bagaimana kesiapan dan ke-seriusan pemerintah daerah untuk merespon gagasan ini. Penulis juga ingin mengimbau kepada para akademisi untuk mem-blow up kesempatan ini lewat penelitian-penelitian la-boratorium sederhana, untuk mendapatkan angka-angka standar seperti diatas, agar Biodiesel aman digunakan bagi kendaraan diesel kon-fensional dengan meman-faatkan Sumber Daya Alam yang sudah ada di Sulut dan (kalau perlu) diadakan sosia-lisasi kepada khalayak ramai agar Biodiesel menjadi indus-tri mandiri seperti VCO (Virgin Coconut Oil) untuk menghin-dari monopoli pihak-pihak ter-tentu. Semoga!

Tomohon, 7 Juni 2006
ngi,atau dipuji sudah bagus tapi yang utama adalah para turis menyekolakan anak 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin