|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Bila Sekda Bicara Soal Sarundajang
|
ACARA pelantikan pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemda Sulut, di ruang Mapalus, kemarin (16/06), me-ninggalkan beberapa catatan menarik. Antara lain, untuk pertama kalinya dalam pemerintahan Drs SH Sarundajang dan Freddy Harry Sualang, dilakukan pengam-bilan sumpah jabatan dan pelantikan peja-bat dalam jumlah besar. Kenyataan ini sekaligus membuktikan indikasi, ada sekian banyak ‘jabatan dalam formasi baku’ yang sekian lama belum ‘mantap terisi’.
Hal lain, kemarin dicanangkan pula dimulainya semacam ‘diklat’ pemantapan kompetensi pejabat stuktural eselon III. Kebijakan ini hanya berselang beberapa
hari saat dicanangkan gerakan peningkatan kinerja dan disiplin PNS di lingkungan Pemda Sulut, 5 Juni 2006 lalu.
Dalam konteks itulah, hal menarik lainnya menyembul kental. Sekda, Dr Johanis Ka-loh dengan gamblang ber-bicara banyak soal ‘Bapak Gu-bernur Drs SH Sarundajang’. Tanpa getaran, Kaloh berbica-ra sampai hal-hal faktual.
“Bapak Gubernur adalah so-sok orang yang bekerja sangat keras dengan visi yang jelas. Contohnya baru-baru ini. Bapak Gubernur mempre-sentasikan grand design pembangunan Sulut —dengan titik berat antara lain pariwisata dan revitalisasi pertanian— di depan tujuh menteri. Ini presentasi, bukan rapat. Artinya, diperlukan kerja keras, bagaimana bisa meyakinkan para menteri di bawah koordinasi Menko Kesra untuk terkumpul dan mendengar presentasi Bapak Gubernur,” ujarnya panjang lebar.
Belum cukup, lanjut Kaloh, dalam rangka kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Sulut untuk membuka Kongres ISEI, “Bapak gubernur juga dengan antusias dan sangat semangat berupaya agar beroleh kesempatan mempresen-tasikan pembangunan Sulut langsung kepada Bapak Presiden.” Ini jelas juga perlu upaya khusus.
Lantas, apa artinya semua upaya tersebut? Apakah cukup sekadar ‘sudah ada konsep’ dan disampaikan kepada semua pihak terkait?
“Tentu saja tidak. Karena semua itu artinya, Bapak Gubernur sudah meletakkan grand design, grand politik pembangunan Sulut, dan menunjukkan ke arah mana Sulut akan dibawa. Selan-jutnya, menjadi tugas semua elemen organisasi pemerin-tahan daerah pada semua eselon untuk menindak-lanjuti,” tandasnya.
“Karena itu pula, belakangan terus digulirkan dan di-tularkan ‘nuansa baru’ pada semua lini birokrasi Pemda Sulut untuk bahu-membahu dalam koordinasi harmonis mewujudkan grand design pembangunan Sulut sesuai visi misi pemerintahan di bawah Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” jelas Kaloh.
Untuk itu, kerja keras dan harmonisasi semua elemen warga Sulut, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota, menjadi tuntutan yang mesti dibuktikan semua jajaran birokrat di daerah ini. Ini, lanjut sekda, semata-mata untuk mewujudkan masa depan Sulut yang lebih baik.(landy)
|
|