|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sampai Triwulan II disinyalir habiskan Rp 2 M
Banwas Bakal Telusuri Anggaran Studing Dekot
|
Badan Pengawas (Banwas) Manado akan melakukan penelusuran terhadap anggaran studi banding (studing) yang disedot oleh DPRD Kota Manado. Pasalnya, berkembang informasi bahwa sampai triwulan II 2006 ini Dekot telah menghabiskan Rp 2 Miliar.
Kepala Banwas Manado, Drs Hanny Dotulong mengatakan, jumlah itu terlalu fantastis dan tak masuk akal. Sebab, anggaran studing yang tertata dalam APBD berlaku untuk dua kali perjalanan dalam setahun. Dan nilainya berkisar Rp 7 Juta-an untuk satu anggota dewan. “Jadi kalau untuk 40 angota dewan diperhitungkan untuk dua kali perjalanan plus dengan staf yang ikut, maka nilainya dalam satu kali perjalanan hanya mencapai sekitar Rp 300 Juta,” ujar Dotulong yang pernah menjabat Sekretaris Dewan kepada Komentar, kemarin.
Tudingan ini, kata Dotulong tidak dapat serta merta dipercaya, namun demikian dikatakannya, pihaknya akan selalu siap untuk melakukan konfirmasi pada Sekretaris Dewan, agar masalah ini dapat diketahui secara pasti dan jelas oleh masyarakat. “Banwas akan melakukan pemeriksaan bila persoalannya rasional. Tapi kalau masalah ini sepertinya tidak masuk akal. Sebab perhitungannya satu anggota dewan adalah Rp 50 Juta. Dari mana lei doi itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekot Manado, Drs Ferro Taroreh yang dikonfirmasi terpisah membantah bahwa Dekot telah menghabiskan Rp 2 Miliar untuk biaya perjalanan dinas. “Dari mana informasi itu? Sama sekali tidak benar itu. Mana mungkin kita telah menghabiskan Rp 2 M. Tidak masuk akal,” bantahnya.
Untuk biaya perjalanan dinas kali ini saja, jelas Taroreh, masing-masing anggota Dekot hanya mendapat sekitar Rp 9 juta. “Dan studi banding resmi yang kita laksanakan baru kali ini. Jadi tolong luruskan informasi yang menyesatkan itu,” imbuhnya.(eda/ftj)
|
|