|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sarundajang minta warga banyak berdoa
2006 Sulut Bakal Miliki Radar Cuaca
|
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) RI Ir Kepala Badan Metrologi dan Geofisika (BMG) RI Ir Sri Woro B Harijono MSc menyatakan Sulut masuk dalam salah satu dari sekian banyak daerah yang tergolong rawan gempa. Terkait dengan hal tersebut, bersama tiga kota lainnya di Indonesia, akan dibangun radar cuaca di Manado.
“Secara keseluruhan hampir semua wilayah di Indonesia berada dalam zona merah ra-wan gempa, kecuali Kaliman-tan,” jelas Harijono kepada wartawan.
Pernyataan itu dilontarkan Harijono usai ‘Sosialisasi Early Warning System’ di Grand Puri Hotel, Jumat (16/06). Khusus untuk Sulut, menurut Harijono terdapat patahan Gorontalo di bagian barat yang terjadi akibat pergeseran lempeng eurasia di barat dan utara. Serta lempeng Indoaustralia di Selatan.
Radar cuaca yang rencananya akan ditempatkan di kawasan Kayuwatu berdekatan dengan Bandara Sam Ratulangi ini, menurut Harijono, merupakan lokasi ke-29 di Indonesia.
“Program kami untuk 2006 ini, akan dibangun radar cuaca di Padang, DI Yogya, Aceh dan Manado. Alat ini nantinya dapat mendeteksi potensi bencana tiga hari sebelumnya. Hingga diharapkan masyarakat maupun pemerintah segera meng-antisipasinya ,” imbuhnya.
Sulut sendiri, lanjut Hariyo-no, termasuk dalam wilayah regional 10. Pemetaan ini dila-kukan untuk mempercepat prediksi perhitungan gempa susulan dan durasi gempa. untuk pembangunan radar cuaca ini diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 22 miliar. Dengan rincian, Rp 19 miliar untuk pengadaan alat, Rp 1,2 untuk pembangunan tower dan sisanya untuk bangunan.
Selain untuk mendeteksi ter-jadi bencana, radar ini juga mampu mendeteksi awan hu-jan, kecepatan angin dan pro-fil angin yang menuju Sulut. Hingga keberadaan radar ini juga akan dapat dimanfaat-kan para petani dan nelayan untuk mengetahui cuaca dan waktu yang tepat untuk me-nanam dan melaut. Selanjut-nya gubernur dimintakan untuk menyiapkan jalur evakuasi bila terdeksi akan terjadi bencana.
Sementara Gubernur Drs SH Sarundajang secara ter-pisah menyatakan meskipun sudah tersedia teknologi yang mampu memprediksi terjadi-nya bencana, namun pence-gahan yang paling ampuh dan jauh melampaui teknologi apa pun adalah berdoa.
“Cara paling ampuh untuk men-cegah bencana adalah dengan berdoa. Sebab masih banyak hal yang belum terjawab oleh teknologi apa pun,” tukasnya.
Dalam kesempatan ini pem-prop yang diwakili gubernur menandatangai nota kesepa-haman dengan BMG tentang penelitian dan pengembangan serta penyediaan data dan in-formasi meteorologi, klimato-logi, kualitas udara dan geofisi-ka untuk Sulut. Nota kesepa-haman ini menurut Ketua Pani-tia Gemmy Kawatu meliputi pe-nelitian dan pengembangan, penyediaan data dan informasi serta pembangunan dan peng-operasian sarana dan pra-sarana.(vic)
|
|