|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Pariwisata Verona Jual Khayalan Shakespeare
CATATAN
Friko Poli dari Italia
|
KETIKA menginjakkan kaki di Kota Verona (Italia), ingatan saya langsung melayang pada masa kuliah dulu di Fakultas Sastra Inggris, Universitas Sam Ratulangi. Di kampus itu, saya dicecoki dengan berbagai karya sastra barat. Sa-lah satunya tentang drama terkenal ‘’Romeo and Juliet’’ karya pengarang Inggris termasyhur, Wil-liam Shakespeare.
Melalui permainan penanya, Shakespeare mam-pu menjadikan Verona, sebagai salah satu kota yang sangat populer di dunia saat ini, berkat kisah
percintaan Romeo and Juliet. Goresan fantasi Shakespeare berabad lalu itu, hingga kini begitu terasa di kota ini. He-batnya lagi, drama karangan Shakespeare tersebut mampu dihidupkan Pemerintah Kota Verona dengan dibangunnya Casa di Guiletta atau rumah balkon keluarga Juliet.
Dalam drama Shakespeare, rumah balkon ini merupakan tempat pertemuan Romeo dan Juliet, sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tua mereka karena kedua keluarga ini bermusuhan.
Kini, Casa Di Guiletta dijadi-kan obyek wisata dan mampu menjadi daya tarik para turis. Apalagi di situ dibuatkan juga patung Romeo and Juliet dari tembaga yang mampu menam-bah kekuatan fantasi cerita percintaan tragis dua anak mu-da ini.
Gilanya lagi, tak sedikit pe-lancong yang datang, ikut mem-percayai bahwa dengan me-ngunjungi balkon yang diba-ngun sejak tahun 1930-an itu, mereka akan menemukan cin-ta sejatinya ibarat Romeo and Juliet.
Bagi Kota Verona sendiri, ini merupakan aset yang luar bia-sa di bidang pariwisata dalam menambah income kota terse-but, sekaligus mempopulerkan Kota Verona sebagai The City of Love. Jika saja Shakespeare masih hidup, tentu royalti yang diperolehnya dari Pemerintah Kota Verona tidak sedikit ber-kat khayalannya itu.
Sulawesi Utara (Sulut) tidak memiliki kisah Romeo and Juliet. Tapi Sulut diberikan langsung oleh Tuhan tempat wisata yang indah. Sebut saja Taman Laut Bunaken, tempat pemandian air panas dan loka-si air terjun di wilayah Mina-hasa, serta sejumlah mountain view yang menakjubkan.
Sayangnya kemampuan menjual kita belumlah optimal. Mungkin kita perlu belajar cara Verona, yang mampu menjual sebuah khayalan menjadi income. Pariwisata Sulut bisa lebih dari Verona, sebab Sulut tidak menjual khayalan, tapi memiliki lokasi-lokasi indah yang diberikan oleh Tuhan secara real.
Dari hal ini, kita bisa pelajari bahwa sukses di pariwisata, adalah kepiawaian kita me-ngemasinya, dan bukan seka-dar mempromosinya secara monoton. Kita perlu kiat-kiat dalam menjual daerah kita. Salah satu kekuatan adalah dengan melirik ‘pengarang’.
Teman saya seorang bule per-nah mengatakan, cara promosi Taman Laut Bunaken terlalu klasik dan monoton. Perlu di-carikan terobosan-terobosan besar. Lalu saya Tanya apa salah satu terobosannya?
Katanya, kenapa pemerintah daerah tidak berupaya mengundang sutradara film terkenal untuk mengambil lokasi shooting di Bunaken? Menurutnya, jika pemerintah daerah mau memberikan ke-mudahan-kemudahan bagi sang sutradara, hal itu bukan mustahil diwujudnyatakan. Katanya, siapa tahu suatu waktu nanti, salah satu setting film James Bond dilakukan di Bunaken. Jika itu terjadi, ini promosi luar biasa buat Bunaken di seluruh dunia. Hmm, memang tidak ada salahnya dicoba. Khayalan saja bisa dijual jadi duit, apalagi yang nyata… Hmm.(*)
|
|