|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Buka Kongres ISEI
SBY: Ubah Kebijakan Ekonomi Konvensional
|
Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Minggu (18/06) kemarin secara resmi mem-buka Kongres ‘Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XVI’ di Manado Convention Centre (MCC). Dalam sambutan pem-bukaan kegiatan, SBY menya-takan kebijakan ekonomi yang bersifat konvensional seperti yang sudah diterapkan selama ini yakni kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi sudah saatnya diganti dengan yang non-konvesional.
Alasannya, kebijakan bersifat konvensional tersebut membu-tuhkan waktu yang panjang untuk dilihat hasilnya padahal rakyat miskin yang jumlahnya kini mencapai 40 juta jiwa membutuhkan peningkatan pendapatan personal. Menurut presiden, persoalan penciptaan lapangan pekerjaan yang akan meminimalisir jumlah pengang-guran merupakan hal yang pa-ling penting. Karenanya, sektor riil harus mampu terus-mene-rus digerakkan.
Menurut penilaiannya, bang-sa Indonesia belum menggu-nakan secara maksimal pe-luang kerja di luar negeri yang masih sangat besar. Demikian juga di dalam negeri. Semisal, industri handycraft yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sementara pro-duknya di luar negeri sangat diminati.
Karena itu, presiden menilai potensi Usaha Kecil dan Mene-ngah (UKM) harus mampu diangkat. Hal sama juga dapat dilakukan dengan peluang pembangunan bio-energi di Indonesia yang memiliki semua sumber dayanya baik petani, pasar, alam maupun teknologinya.
SBY berharap, buah pemi-kirannya tersebut dapat dise-rap, dibahas, dikritisi dan diuji oleh ISEI sebagai sebuah wa-dah berkumpulnya para eko-nom yang punya pola pikir dan konsep kebijakan sejalan de-ngan pemikiran presiden. “Sa-ya menantang ISEI untuk mem-berikan sesuatu yang berman-faat bagi rakyat dan bang-sanya dengan menghasilkan resep yang jadi solusi terha-dap permasalahan ekonomi yang dihadapi sekarang ini sebagai bagian dari upaya be-sar untuk membangun eko-nomi masyarakat yang ber-muara pada peningkatan ke-sejahteraan yang hakiki. Saya berharap banyak dari ISEI,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Su-lut Drs Sinyo Harry Sarun-dajang dalam sambutan, me-minta agar Sulut sebagai dae-rah yang strategis baik dari geo-posisi maupun geopolitik dija-dikan special economic zone. Dasar pemikiran usulan terse-but, kata Sarundajang yang banyak menuai pujian kepala negara dalam pembukaan kongres ISEI tersebut, bukan karena egoisme primordial tapi bagian dari keinginan tulus Sulut untuk membe-rikan kontribusi terhadap ke-utuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sebab dengan adanya special treatment tersebut saya yakin Sulut yang merupakan penjaga kedaulatan bangsa akan menjadi coverage pe-ningkatan pembangunan dae-rah sekitar,” tukasnya. Hal itu diperlukan sebagai modal un-tuk masuk pada kompetisi in-ternasiomal yang meni-tikberatkan pada perdaga-ngan, pariwisata dan inves-tasi.
Ketua Pengurus Pusat ISEI, Dr HC Burhanuddin Abdullah MA yang juga Gubernur Bank Indonesia menanggapi positif tantangan presiden tersebut. Menurutnya, mereka akan menyelipkan permintaan pre-siden itu dalam pleno III yakni Agenda Baru Memperkokoh Landasan Pembangunan Sek-tor Riil.(gra)
|
|