|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Naas di kejuaraan tinju di Manado
Petinju Asal Tondano Tewas Usai KO Ronde ke-5
|
Kejuaraan tinju profesional memperebutkan sabuk Kapol-da Sulut, yang digelar Sabtu (17/06) sekitar pukul 21.15 Wita, di GOR KONI Sario, Ma-nado, berubah jadi malapeta-kan. Petinju Fadly Kasim (22) lelaki asal Tondano Desa Kumbuan lingkungan II, men-jelang ronde ke-5 diterjang pu-kulan mematikan yang dilepas-kan oleh lawannya Jibril Saw-mole (24) dari sasana DSP Boxing Camp. Akibatnya, kor-ban terkapar KO bahkan sem-pat dilarikan ke ruang UGD RSUP Prof RD Kandou sebelum akhirnya meninggal dunia.
Korban yang diketahui sudah berkeluarga dan memiliki se-orang anak, merupakan petinju yang bernanung di Sasana Ba-yangkara Poltabes.
Sampai sejauh ini, belum di-peroleh penyebab utama kema-tian Fadly. Apalagi keluarga me-nolak saat korban akan diotopsi oleh tim dokter.
Sebetulnya, sejak ronde ke-4, Fadly dikabarkan sudah sem-pat mendapat peringatan wasit untuk tidak meneruskan per-tandingan. Menurut sejumlah penonton, indikasi buruk juga sudah terdeteksi saat ronde ke-5 mulai berlangsung. Mendapat pukulan bertubi-tubi, Fadly sempoyongan berusaha mem-pertahankan diri.
Wasit pun sempat sempat memperingatkan agar korban jangan meneruskan kembali pertandingan. Sayangnya, me-nurut informasi, korban ber-sikeras untuk melanjutkan per-tandingan. Benar saja, belaka-ngan korban terkapar di sudut ring, tak sadarkan diri akibat pukulan telak lawannya.
Tim dokter yang berada di arena pertandingan bergegas memeriksa korban dan me-nganjurkan agar secepatnya dilarikan ke rumah sakit. Kor-ban langsung dibopong ke luar arena tanpa menggunakan tan-du.
Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat dito-lak. Upaya pertolongan tak berhasil sempurna. Korban pun dikabarkan meninggal dunia beberapa waktu kemudian.
Sementara itu, hasil pan-tauan Komentar Sabtu malam lalu, setelah mendapatkan in-formasi bahwa salah satu petinju yang ikut ambil bagian dalam pertandingan tersebut meninggal dunia, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Alexius Gordon Mogot bersama Ketua Bhayang-kara Boxing Camp, Hangky Ge-rungan langsung menuju ke RS Kandou.
“Kasus ini akan kami usut, sebab tidak tertutup kemung-kinan penyebab kematian salah satu peserta dalam pertan-dingan ini akibat kelalaian instruktur pertandingan, atau mungkin ada unsur kesenga-jaan,” tukas Mogot prihatin.(tr-1)
|
|