|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Setahun
hanya satu kali disinggahi
Pelabuhan Feri Sawang Bandil Mubazir
|
Pembangunan Pelabuhan Feri Sawang Bandil di Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe tampaknya hanya buang-buang uang saja. Pasalnya, sejak diresmikan mantan Gubernur Drs AJ Sondakh, 11 Februari 2005 lalu, sangat jarang ada kapal feri yang berlabuh di pelabuhan tersebut.
Ventje Kamurahan, Kepala Pe-labuhan Feri Sawang Bandil ke-pada Komentar, di Siau, Sabtu pekan lalu mengaku sangat kecewa karena akibat jarang disinggahi kapal feri, pelabuhan yang menelan biaya lebih dari Rp 4 miliar itu terancam rusak. “Sejak saya menjabat kepala pelabuhan di Sawang Bandil, Oktober 2005 lalu, baru satu kali ada kapal feri yang sing-gah,” ungkap Kamurahan.
Dijelaskannya, salah satu alasan sehingga kapal feri enggan singgah di Pelabuhan Sawang Bandil karena di lokasi pelabuhan itu berge-lombang. Padahal, imbuh Ka-murahan, alasan itu sangatlah tidak masuk akal sebab pem-bangunannya sudah melalui kajian yang cukup matang. “Saya kira kalau hanya alasan bergelombang tidaklah tepat karena tidak mungkin pela-buhan dibangun tanpa mela-lui kajian-kajian yang matang termasuk antisipasi masalah alam,” tuturnya.
Pada kesempatan terpisah, Anggota DPD RI, Aryanthi Baramuli Putri SH MH, yang ikut melihat kondisi pelabuh-an tersebut, sangat menya-yangkan jika pelabuhan yang telah menelan anggaran yang cukup besar itu harus diter-lantarkan. Menurutnya, seha-rusnya jika memang lokasi tersebut bergelombang, tentu pembangunannya tidak dila-kukan di tempat itu. “Saya kira kurang pas kalau alasan bergelombang membuat kapal feri enggan merapat di pela-buhan tersebut,” ujarnya de-ngan mimik kecewa.(dni)
|
|