HOME : FOOTBALL

Headlines News  

20 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Canangkan penanaman sejuta pohon
SBY Puji Kiprah Perempuan Minut


Kabupaten Minahasa Utara yang dipimpin Bupati Vonnie A Panambunan, mendapat ke-istimewan dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Usai membuka Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Minggu (17/06) di Manado Convention Center (MCC), Senin (18/06) paginya, rombongan SBY dan Ny Ani mengunjungi wilayah Kabupa-ten Minahasa Utara dan mela-kukan pencanangan penana-man sejuta pohon.
Dalam kesempatan itu, Presi-den secara khusus mengajak warga Minut bahkan Sulut untuk giat menanam pohon. Alasannya, saat ini banyak hu-tan yang dalam kondisi kritis karena penebangan dan peng-rusakan hutan.
“Sekarang saatnya bagi kita untuk menanam. Jangan lagi menebang secara liar dan meng-gunduli. Kita tidak perlu meli-hat kebelakang untuk mencari kesalahan,” ujar presiden da-lam sambutannya di sela aca-ra di pusatkan di kawasan pe-rintisan jalan alternatif di wi-layah Airmadidi Kecamatan Air-madidi. 
Bagi presiden, penanaman pohon juga merupakan salah satu langkah pembangunan. “Sudah tiba saatnya bagi In-donesia untuk membangun, bukan merusak. Kita pernah megalami krisis 8 tahun lalu. Jadi mari mulai saat ini, kita membangun dan jangan meru-sak-rusak lagi,” ujarnya lagi.
Meski kunjungan yang dilaku-kan di Minut hanya berlangsng 20 menit, namun kunjungan ini dinilai sangat berarti bagi ma-syarakat Minut. Apalagi warga bisa melihat langsung SBY dan ibu negara Kekaguman masya-rakat Minut lebih berarti ma-nakala SBY dalam sambu-tannya terang-terangan memuji potensi wanita-wanita Minut yang berhasil menempati po-sisi-posisi strategis dalam pe-merintahan dan percaturan po-litik. 
Sebab mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Ketua Partai, Sek-da, Kepala Pengadilan, Kepala Kejaksaan Wakil Kapolres dan Ketua KNPI Minut dipercayakan kepada kaum wanita. Ia me-ngatakan, keterwakilan kaum gender benar-benar ada di wilayah Minahasa Utara.
“Saya dengar pejabat di Minut sebagain besar adalah kaum perempuan. Ini berarti semua dapat persamaan kesempatan. Jangan ada lagi diskriminasi tentang sesuatu yang tidak perlu,” ucap presiden seraya meminta agar para undangan memberikan aplaus bagi kiprah perempuan Minut ini. 
Usai melakukan penanaman sejuta pohon, presiden dan rombongan sekitar pukul 10.30 segera bertolak Ke bandara. Sepanjang perjalanan yang dilalui SBY di wilayah Minut, animo masyarakat untuk melihat SBY sangat besar. Ini terlihat jelas sebab sepanjang jalan dipenuhi masyarakat dan anak sekolah. 
Melihat antusiasnya masya-rakat menyambut kehadiran-nya, presiden dan ibu negara sepanjang jalan membuka jendela kendaraan dan melam-baikan tangan sambil terse-nyum manis kepada masya-rakat. Sementara Vonnie be-serta Gubernur Sulut Drs SH Sarundayang dan rombongan lainnya turut serta mengantar presiden hingga ke bandara. Usai mengantar rombongan presiden, rombongan yang tersisa kembali ke wilayah Minut dan di jamu Vonnie di restoran Maemo Airmadidi
KECEWA
Kunjungan presiden yang membahagiakan warga Minut berbeda dengan yang dikeluh-kan civitas academica. Disebut-sebut, semula presiden sudah diagendakan untuk mengun-jungi Kampus Unsrat. Namun belakangan agenda itu urung terwujud. 
Menurut Ketua Senat Maha-siswa FISIP Altin Tumengkol, Senin (19/06), segala persiapan sudah dilakukan, termasuk kesepakatan mahasiswa untuk tidak menggelar demonstrasi selama R-1 berkunjung ke Unsrat. 
“Sebenarnya direncanakan akan ada dialog dengan presiden SBY di rektorat hari ini (kemarin, red). Untuk itu kami mahasiswa sepakat untuk tidak mengadakan unjuk rasa. Malah kami ingin menyampaikan uneg-uneg secara santun lewat acara dialog tersebut. Namun kami kecewa Presiden SBY batal ke Unsrat,” ujar 
Karena itu Tumengkol mem-pertanyakan sikap Pemprop Sulut dan protokoler kepresi-denan. “Masa SBY lebih memi-lih tanam pohon di Minut dari-pada berdialog dengan kala-ngan intelektual. Ini kan nama-nya SBY lebih mengutamakan sumber daya alam daripada sum-ber daya manusia,” ketusnya. 
Ditambahkan Tumengkol, bukan hanya mahasiswa yang kecewa. “Pimpinan universitas, para dekan, pimpinan maha-siswa juga merasa diabaikan. Seolah-olah presiden pertama pilihan rakyat ini sudah lupa, bahwa ia disambut baik di Unsrat waktu masih menjadi calon presiden tahun lalu,” ke-camnya.(vic/ran/win)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin