|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
PESTA dan kegembiraan ba-gai ‘meledak’ di Swiss, kemarin (19/06) saat Alexander Frei dkk memenangkan pertarungan atas Togo. Duel yang berlang-sung di Stadion FIFA World Cup, Dortmund, berakhir de-ngan skor 2-0.
Pemandangan penuh keme-riahan itu sangat kontras dengan suasana dua jam sebelumnya, saat kick off baru akan dimulai. Saat itu, jalanan Swiss laksana ‘kota mati’. Terutama di Kota Zurich dan Luzern. Warga se-tempat ternyata juga termasuk kaum penggila bola. Nyaris tak ada tempat yang memutar televisi tidak dikerumuni warga Swiss yang menonton aksi tim negaranya.
Menariknya, Swiss sebagai negara yang terbilang paling tertib di dunia, benar-benar ter-
gambar dari sikap warganya saat menonton Piala Dunia. Saat peluit tanda pertandingan usai ditiup wasit, para peng-gemar sepakbola sontak ber-hamburan ke jalan. Mereka memang berteriak dan ber-nyanyi dengan antusias, na-mun tetap dengan sikap tertib, tak sampai mengganggu arus lalu lintas. Kebanggan terlihat jelas di wajah-wajah mereka yang sebagian besar menge-nakan kaos tim negaranya.
Dalam pertandingan, Frei dkk memang telah menghi-dupkan langkah Swiss maju ke babak 16 besar. Tim asuhan Jacob Koebi Kuhn membuka kemenangan lewat umpan Tranquillo Barnetta dari kiri pertahanan yang diselesaikan dengan cantik oleh Alexander Frei pada menit ke-17. Bar-netta melengkapi kemenangan Swiss pada menit ke-88. Frei dan Barnetta begitu mudah mem-perdaya kiper Kossi Agassa.
Sebaliknya, malang bagi To-go. Masalah sepertinya senang mendera tim asuhan Otto Pfis-ter itu. Dari perselisihan pe-main dengan asosiasi sepak bolanya sampai kekalahan dua kali yang diterima tim. Padahal mereka adalah pemenang ba-bak kualifikasi Zona 1 Afrika dengan angka 23. Pintu lolos ke babak kedua semakin menjauhi tim Emanuel Ade-bayor dan kawan-kawan. Apalagi Prancis telah menung-gu mereka pada Jum’at (23/06) mendatang yang juga ingin mendapatkan kemenangan.
Permainan Swiss yang diga-lang duo penyerangnya sebe-tulnya tidak begitu menyengat. Kesalahan barisan belakang Togo yang digalang Dare Nibobe dan kapten Massa-masou Tchangai terlalu mem-berikan ruang bagi pemain-pemain Swiss untuk menem-bak ataupun menusuk ke jantung pertahanan mereka. Apalagi permainan gelandang tim palang merah, Ricardo Cabanas, sedang bagus-bagusnya di partai ini.
Bagi Swiss kemenangan atas Togo tidak lantas membawa mereka langsung lolos. Pe-muncak sementara Grup G Korea Selatan telah menunggu langkah mereka pada partai selanjutnya.
Hari ini, Komentar akan bertolak ke Basel, selanjutnya menuju Fanfurt guna meliput langsung pertandingan klasik Belanda versus Argentina. Rencananya, partai antara Inggris versus Swedia juga akan kami laporkan langsung dari Koln. Semua untuk pem-baca setia Komentar. Viva Football!(*)
|
|