|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Jerman vs Ekuador
Semangat Panzer Diuji ‘Dukun’
|
KENDATI Jer-man dan Ekua-dor sama-sa-ma sudah di-pastikan me-lenggang ke babak 16 besar, namun partai pa-mungkas di Grup A antara kedua tim, Selasa puku 22.00 Wita tetap akan berlangsung seru. Kalku-lasinya, siapa pun yang gagal menjadi juara grup, terbuka pe-luang untuk bertemu Inggris di babak be-
rikutnya. Hal itu akan terwu-jud bila Inggris menjadi juara grup B. Karena itu, sejumlah pengamat sepakbola menilai, duel Jerman versus Ekuador tampaknya akan tetap berlang-sung ketat. Kapten Tim Panzer, Michael Ballack sendiri sudah mengumandangkan tekad itu. “Kami telah mampu menuai respek dengan performa tim da-lam dua partai sebelumnya. Un-tuk itu, kami pun akan melaku-kan hal yang sama saat bertan-ding melawan Ekuador,” katanya.
Kendati begitu, Ballack me-nyatakan, Tim Panzer sendiri tak akan gentar meski kelak (misalnya) harus berhadapan dengan Inggris di babak 16 be-sar. Menurutnya, andaikata Jerman bakal bertemu dengan The Three Lions di babak 16 be-sar, dirinya tetap yakin dengan kemampuan dan kapabilitas timnya. “Kami sama sekali tidak takut menghadapi mereka (Inggris). Dan saya pikir, mereka pun bersikap sama,” kata Bal-lack. Jadi, “Saat ini, saya tidak berpikir tentang Inggris, Swedia, atau pun Trinidad & Tobago,” imbuhnya.
Dalam kacamata mantan jen-deral lapangan tengah Bayern Muenchen itu, timnya akan men-coba bermain sebaik mungkin ketika melawan Agustin Del-gado dkk. “Kemenangan akan membuat kepercayaan diri kami meningkat. Itulah yang kami butuhkan jika akhirnya kami harus bertemu dengan Inggris,” kata Ballack.
Meskipun banyak pengamat yang memprediksi Inggris bakal menjadi juara Grup B, tapi menurut Ballack, Swedia adalah tim yang tidak dapat dipandang remeh begitu saja. “Saya sendiri menganggap kedua tim (Inggris dan Swedia) berada dalam satu tingkat per-mainan yang sama. Kedua tim mempunyai sejumlah pemain bertalenta tinggi dan dapat membuat jalannya pertan-dingan menjadi berbeda,” kata gelandang berusia 29 tahun itu.
Sementara itu, kubu Ekuador tampaknya masih kurang per-caya diri meski sukses melaju ke babak 16 besar. Buktinya wakil dari Amerika Latin ini mengikuti jejak tim-tim dari benua Afrika yang membawa serta dukun ke Jerman dengan harapan memetik sukses di Piala Dunia kali ini
Beberapa dukun didatangkan khusus dari Ekuador bukan untuk mengguna-guna tim lawan atau membelokkan arah bola.
Namun diharapkan semangat dan rasa percaya diri tim besutan pelatih Luis Fernando Suarez itu bisa bertambah kuat dengan mantra-mantra dari sang dukun.
“Ini adalah salah satu usaha kami. Tim percaya kedatangan mereka (para dukun) bisa menambah kepercayaan diri kami menghadapi pertandingan yang semakin berat,” ujar salah satu ofisial tim Ekuador di Jerman.(jkn/sky/bbs)
|
|