|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Diwarnai corat-coret seragam sekolah
Tercatat 33 Siswa SMA/SMK tak Lulus
|
Aksi corat-coret seragam sekolah ditingkat SMA dan SMK di Minahasa, Senin (19/06) kemarin menandai kalau pengumuman kelulusan telah dilaksanakan. Dan dari 1672 peserta Ujian Akhir Nasional (Unas) untuk SMA dan 675 peserta SMK, terinformasi, 33 diantaranya tidak lulus dan harus mengulang tahun depan.
Namun angka ini kemung-kinan masih akan bertambah, karena pihak Dinas Pendidi-kan dan Kebudayaan (PDK) Minahasa, belum bisa mere-kap semua hasil disekolah yang tersebar di 18 kecama-tan. Tercatat dua sekolah ya-itu SMA Pinabetengan Tompa-so, dan SMK Kakas, belum menyampaikan laporannya tentang tingkat kelulusan.
Kepala PDK Minahasa, Drs Jantje Sajow MSi melalui Kasubdin SMA/SMK Jemmy Maramis dan Drs Adry Paat ketika dihubungi Komentar kemarin mengatakan, untuk hasil pengumuman SMA Pina-betengan dan SMK Kakas, kemungkinan baru akan bisa diketahui, Selasa hari ini.
Menurut Paat, untuk nilai tertinggi kelulusan SMA/SMK se Sulut tahun ini, diperoleh informasi, diraih peserta dari SMK Sonder dengan ni-lai 7,85. Hal ini, akunya, membuat kebanggaan tersen-diri bagi dunia pendidikan di Minahasa. “Untuk peserta yang tak lulus, baru 33, di luar SMA Pinabetengan dan SMK Kakas. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ketus Paat.
Sementara itu, Kepala SMK 2 Tondano, Drs Amelius Tuela ketika dihubungi kemarin, mengaku bangga dengan hasil yang dicapai anak didiknya. Di mana, SMK yang dipimpinnya berhasil meluluskan semua peserta ujian, pada hal pe-sertanya tergolong banyak, yaitu 197 siswa. “Bayangkan jo, cuma torang pe SMK ini yang lulus seratus persen di Mina-hasa. Ini patut dibanggakan dan patut dipertahankan kedepan,” ketus Tuela bangga. (pen)
|
|