HOME : FOOTBALL

Berita Bolamania dan Tribun 

21 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Lintas Berita Tribun


Kejuaraan Kempo Makassar Open
Kenshi Unsrat Raih Perunggu
KENSHI Denni Sengkeh dari UKM Kempo Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado berhasil meraih medali perunggu saat berpartisipasi pada Kejuaraan Kempo Makassar Open memperebutkan Piala Walikota Makassar pertengahan Juni lalu. Menurut Drs Deidy Katili, MSi, pelatih sekaligus official Kempo Unsrat, Sengkeh gagal merebut tiket ke babak final setelah dikalahkan oleh atlet Makassar yang telah berpengalaman.
Dikatakannya, medali perunggu yang dihasilkan Sengkeh setelah ia berhasil tampil di babak semi final di nomor Randori (Perkelahian Bebas), 65 Kg. Penampilan atlet Kempo Unsrat tersebut cukup bagus karena ia bisa menyelesaikan enam pertandingan. Katili juga sangat menyayangkan karena UKM Unsrat hanya mengirimkan satu atlet dalam kejuaraan tersebut. Padahal, Randori beregu Unsrat cukup berpeluang untuk meraih prestasi bila tampil pada kejuaraan tersebut. 
Rasa penyesalan juga diungkapkan Ketua UKM Kempo Unsrat, Marlo Situmorang. Menurutnya, keterbatasan dana yang menyebabkan iven bergengsi ini tak diikuti oleh atlet Kemp Unsrat lainnya. "Cukup disayangkan karena atlet Kempo Unsrat tidak bisa berangkat dengan tim yang sesungguhnya karena keterbatasan dana. Padahal bila kendala dana bisa diatasi, para atlet bisa menimbah pengalaman yang cukup untuk mengikuti Kejuaraan Nasional 2003 dan Indonesia Open 2003 di Denpasar Bali," imbuhnya.
Menurut Situmorang, kendala dana tersebut terjadi karena pihak rektorat Unsrat kurang memberi perhatian kepada cabang-cabang olahraga bela diri seperti Kempo. "Bila saja ada perhatian dari pihak rektorat, saya yakin perkembangan olahraga Kempo di Kampus Unsrat akan lebih berkembang lagi. Mudah-mudahan dengan prestasi yang telah dihasilkan oleh Denni Sengkeh bisa membuat pihak rektorat memberi perhatian bagi UKM Kempo," katanya berharap.(dni)

Kejuaraan Squash ISCI Open
Alona Kaunang Masuk Delapan Besar
KENDATI cabang olahraga Squash masih belum memasyarakat di Sulawesi Utara, namun ternyata masih ada atlet yang bisa tampil mengikuti iven-iven nasional. Itulah yang diperlihatkan Alona Kaunang ketika ia mampu menerobos diantara atlet Squash DKI Jakarta, Jabar, Jatim dan Kaltim untuk masuk ke delapan besar Kejuaraan Squash ISCI Open di Jakarta, pertengahan Juni lalu. 
Menurut Sekum Pengurus Daerah Persatuan Squash Indonesia (Pengda PSI) Sulut, Lexie Kalesaran, sebenarnya Alona mampu meraih prestasi yang lebih baik lagi. Sayang, pengalamannya yang masih minim membuat peluang untuk menerobos ke jenjang yang lebih baik lagi tertunda. "Saya lihat kalau ia bisa konsisten, bisa jadi pada masa yang akan datang ia mampu meraih kesempatan ke jenjang yang lebih baik lagi," ujar Lexie Kalesaran yang bersama Ketua Umum Pengda PSI Sulut, Jost Tambayong mendampingi Alona di kejuaraan tersebut. 
Dikatakan Lexie, sementara ini pihaknya tengah berupaya untuk mensosialisasikan olahraga Squash di Bumi Nyiur Melambai ini. Tapi, adanya keterbatasan sarana latihan membuat pihaknya sedikit mengalami kesulitan untuk mengembangkan cabang olahraga ini. Namun kendala itu bukan merupakan halangan bagi perkembangan olahraga Squash. "Pokoknya kami akan berusaha seoptimal mungkin untuk memasyarakatkan olahraga Squash di Sulut," imbuh Kalesaran.(dni)

Agenda POR Maesa Paskah Tidak Berubah
RUMOR mengenai bakal ditundanya pelaksanaan POR Maesa Paskah 2006 ternyata tidaklah benar. Pasalnya, pihak panpel yang diketuai Drs RM Luntungan tetap mengagendakan kegiatan tersebut pada tanggal 23 Juni-01 Juli 2006.
Ketua IV Bidang Humas, Nico Tampi ketika dihubungi Komentar, kemarin mengatakan bahwa sesuai dengan rapat pleno terakhir, pelaksanaan POR Maesa tidak berubah. “Untuk pembukaan akan dilaksankan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, 23 Juni 2006 dan penutupan di Stadion Klabat Manado, 01 Juli 2006,” jelas Tampi.
Mengenai cabang olahraga yang akan dipertandingkan, Tampi mengatakan sesuai dengan keputusan terakhir hanya sepuluh cabang yang dipertandingkan. Satu cabang yang dibatalkan adalah tinju. Alasan pembatalan karena Ketua Umum PB POR Maesa, EE Mangindaan tidak menghendaki ada atlet yang harus menjadi korban akibat tidak mendapatkan rekomendasi dari Pengda Pertina Sulut.
“Pada pertemuan panitia dan PB POR Maesa diputuskan bahwa cabang olahraga tinju tidak jadi dipertandingkan di POR Maesa Paskah tahun 2006 ini. Alasannya, Pak Mangindaan tidak ingin atlet menjadi korban karena khusus cabang tinju tidak mendapatkan rekomendasi dari Pengda Pertina Sulut,” ujar Tampi, yang juga adalah Humas PB POR Maesa.
Dengan absennya cabang tinju, kini tinggal sepuluh cabang yang akan melaksanakan pertandingan di POR Maesa Paskah di Manado. Cabang-cabang tersebut diantaranya, golf, bridge, karate, catur, sport dance, sepakbola, tenis, berkuda dan bowling. Untuk sepakbola akan dilaksanakan di Lopana Amurang, sementara cabang catur digelar di Minahasa Utara.(dni)

Bola Voli Sulut Kembali Bergairah
SETELAH ‘tertidur’ cukup lama, cabang olahraga bola voli di Sulut kembali bergairah. Seiring dengan pelaksanaan Kejuaraan Piala Kapolda Sulut di GOR Wolter Monginsidi, Sario Manado, 20-26 Juni 2006, para penggemar bola voli kembali akan disuguhkan permainan dari para pendatang baru. 
Diakui Denny Pua, yang juga sekretaris panpel Piala Kapolda Sulut, iven bola voli indoor memang sudah lama vakum. Jadi, ia mengaku antusias Piala Kapolda ini akan menjadi momentum kebangkitan cabang olahraga bola voli di Sulut. “Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir digelarnya kejuaraan bola voli indoor,” kata Pua, ketika dihubungi Komentar disela-sela pertandingan kategori putri, antara Tim Poltabes Manado melawan Polres Minahasa Utara, kemarin. 
Pada bagian lain, Sekum Pengda PBVSI Sulut, Drs Nootje Apituley mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim pemandu bakat untuk membentuk tim Sulut yang akan berkiprah di Kejuaraan Piala Kapolri zona Sulawesi di Makassar. “Untuk membentuk tim terbaik di Piala Kapolri zona Sulawesi, kami akan memilih pemain yang bisa menjadi wakil Sulut,” tutur Apituley.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejuaraan Piala Kapolda Sulut, akan mempertandingkan kategori putra dan putri. Untuk kategori putri, lima tim dari Poltabes Manado, Polres Sangihe, Polres Minsel, Polres Minut dan Polres Tomohon akan berlaga di iven tersebut. Sementara untuk kategori putra, seluruh Polres di wilayah Polda Sulut akan berpartisipasi ditambah dengan Bank Sulut dan Bank BTN.(dni)

Kejurda Tinju Bakal Digelar di Minut
GUNA mempersiapkan tim Sulut di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju di Medan, Agustus mendatang, Pengda Pertina Sulut telah mengagendakan suatu iven Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang akan digelar di Minahasa Utara, 17-22 Juli 2006. Ketua Pengprop Pertina Sulut, Aryanthi Baramuli Putri SH MH kepada Komentar di Siau, beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa iven tersebut sebagai salah satu seleksi untuk mencari petinju yang akan disertakan di kejurnas.
Dikatakan ABP, begitu namanya kerap disapa, peran Pengcab Pertina di Kabupaten/Kota diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan tinju di Sulut. Ia juga berharap agar setiap pengcab bisa menyelenggarakan kejuaraan minimal sekali dalam setahun. “Jika setiap pengcab bisa menggelar kejuaraan sekali setahun berarti dalam setahun ada sepuluh kejuaraan karena satu kejuaraan berupa kejuaraan daerah akan dilaksanakan oleh Pengprop Pertina Sulut,” ujar ABP, yang juga adalah anggota DPD RI.
Hal senada juga dikemukakan oleh Wakil Ketua Pengprop Pertina Sulut, Drs Ronny Gosal. Menurutnya, program pembinaan akan berjalan dengan baik jika Kabupaten/Kota berperan dalam penyelenggaraan kegiatan berupa kejuaraan. “Sebagai pembina kami opimis jika seluruh pengcab di Sulut bisa menyelenggarakan kejuaraan minimal satu kali satu tahun,” tutur Gosal, yang mendampini ABP untuk menutup pelaksanaan kejuaraan tinju Rawata Nusa Sitaro di Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, akhir pekan lalu.(dni)

Cabang Karate Siap Laksanakan Kejuaraan POR Maesa
SETELAH melalui persiapan yang cukup matang, OICO Karate PB POR Maesa, yang mendelegasikan pelaksanaan Kejuaraan Nasional Karate POR Maesa kepada panpel yang diketuai Steven Kandouw, menyatakan siap melaksanakan kejuaraan sesuai waktu yang ditetapkan sebelumnya. 
Sekretaris Panpel, Mario Mangowal SH, kepada Komentar mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi perguruan-perguruan serta Pengda Forki seluruh Indonesia untuk ikut berparsipasi pada kegiatan tersebut. Dan, pada prinsipnya sebagian besar yang diundang telah menyatakan kesiapan untuk berlaga pada kejuaraan yang mengambil tempat di GOR Wolter Monginsidi, Sario Manado, 29 Juni-01 Juli 2006.
“Kami telah mengirimkan undangan kepada perguruan-perguruan baik Pengurus Besar Perguruan maupun Pengda Forki di seluruh Indonesia. Jawaban yang kami dapatkan, pada prinsipnya mereka telah siap untuk ikut berpartisipasi pada kejuaraan POR Maesa,” tutur Mario Mangowal, di Sekretariat Panpel, Gedung KNPI Sulut.(dni)

Catur KU ASEAN 2006
Indonesia Raih Satu Emas Catur Kilat 
DITENGAH tengah dominaso Vietnam, pecatur Indonesia berhasil mencuri satu medali emas di nomor catur kilat (blitz) Kejuaraan Catur Kelompok Umur (KU) ASEAN ke-7 yang berlangsung di Java Ball Room Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Senin (19/06) malam. Vietnam sendiri berhasil meraih 9 emas hasil seluruh enam kelompok umur putri (KU8 hingga KU18) dan tiga emas di KU14, KU16, KU18 putra.
Menurut laporan Humas PB Percasi, Kristianus Liem, Indonesia kebagian satu emas di KU10 putra atas nama Masruri Rahman yang di final menaklukkan pecatur Vietnam Vo Hoai Thuong dengan skor 3-2. Filipina merebut dua emas di KU8 dan KU12 putra atas nama Paulo Bersamina dan Jan Emmanuel Garcia. Berbeda dengan nomor catur klasik dan catur cepat, di catur kilat pertandingan sembilan babak sistem Swiss hanya sebagai babak penyisihan dan untuk perhitungan medali beregu saja. Empat besar melaju ke semifinal dengan sistem gugur (KO) empat partai.
Di KU8 putra tiga pecatur Indonesia sempat melaju ke putaran final, yaitu Julius Solichin, Rezon Yanuar dan Nicolas Rahman sebagai peringkat dua hingga empat. Nicolas takluk 0,5-2,5 dari Jan Emmanuel Garcia. Rezon kalah 2-3 dari Julius. Sayangnya di final Julius harus takluk 1-3 dari Jan Emmanuel Garcia (PHI). 
Irene Kharisma Sukandar menjadi satu-satunya pecatur putri Indonesia yang lolos ke putaran final dengan menduduki peringkat kedua babak penyisihan. Di semifinal ia menundukkan Luong Huyen Ngoc (VIE) dengan skor 2,5-0,5. Tetapi sayangnya di final ia takluk 0-3 dari pecatur Vietnam lainnya Hoang Le My Anh.(*/dni)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin