HOME : FOOTBALL

Headlines News  

21 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Presiden: Perangi Islamphobia


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para cendekiawan Muslim memera-ngi sentimen ketakutan pada Islam (Islamphobia) yang me-rebak hari-hari ini pascase-rangan ke Amerika empat ta-hun silam. Hal itu disampai-kan di depan para sarjana Is-lam seluruh dunia yang se-dang berkumpul dalam Kon-ferensi Cendekiawan Muslim Internasional kedua di Ja-karta.
Menurut Presiden, Islampho-bia merupakan isu penting yang dihadapi Umat Muslim saat ini. “(Kita harus tunjukkan bahwa) Islam adalah agama yang damai, rahmatan lil ‘ala-min,” katanya saat membuka konferensi itu, kemarin. Para cendekiawan yang menjadi corong umat, menurut presiden, harus mampu menjelaskan kepada umat non-Muslim wajah Islam sebenarnya yang sejuk dan teduh, dan mendengar apa yang mereka harapkan terhadap umat Islam.
Yudhoyono yang berbicara dalam Inggris, kembali mene-kankan bahwa Islam tidak setuju dengan terorisme yang juga masalah utama umat Islam abad ini. Komunitas Muslim, kata dia, harus ber-satu memeranginya.
Peserta konferensi yang digelar di Hotel Borobudur datang dari 53 negara di seluruh dunia, termasuk PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Juga hadir, Pengeran Kerajaan Yordania Ghazi bin Muhammad dan utusan khusus Paus Benediktus XVI, Khaled Akasheh. Nahdlatul Ulama adalah penggagas kon-ferensi tahun ini. Tak hanya tokoh Islam moderat yang hadir, tapi juga pentolan kelompok Islam “radikal” seperti pemimpin Front Pembela Islam, Habib Rizieq 
TOLERANSI
Pada bagian lain sambut-annya, presiden menyatakan, saat ini umat Islam mengha-dapai berbagai tantangan yang besar, yakni, kemiskinan, perang, konflik, diabaikan dan terorisme. “Saya ingin mering-kasnya menjadi dua macam tantangan, yakni kedamaian dan kemajuan,” kata presiden.
Sampai saat ini, sebut presiden, fakta menunjukkan, meski negara-negara Islam sudah ada yang stabil dan damai, tapi masih ada juga yang dihantui oleh kekerasan, konflik dan peperangan. “Damai di Timur Tengah masih merupakan ilusi. Di Irak dan Afganistan masih terjadi kekerasan, konflik masih terjadi di Sudan dan Somalia. Terorisme masih mengancam banyak komunitas,” sebutnya.
Hal ini, tegas presiden, tidak bisa dibiarkan. Umat berhak mendapatkan kedamaian dan ketenangan. “Kita semua tahu, Islam merupakan agama yang damai. Rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam semesta). Dan kita semua berkewajiban untuk mendorong kedamaian di semua level, mulai dari keluarga, komunitas, negara sampai dunia,” katanya.
Kedamaian, sebut presiden, sangat dekat dengan toleransi. Dalam hal ini, umat bisa aktif untuk mendorong toleransi sebagai budaya global.
Menurut presiden, toleransi dan perhatian tidak hanya diterapkan dalam hubungan antar-agama saja, tapi juga di antara sesama Muslim. “Umat yang bersatu merupakan rah-mat bagi kita dan model bagi komunitas yang lain. Toleransi dan perhatian merupakan dua karakter yang diajarkan kepada kita oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW,” sebutnya.
“Kita juga dapat melakukan se-suatu yang lebih agar non-Mus-lim yang belum paham, bisa me-ngerti yang kita inginkan. Kita semua harus mencoba untuk mencapai semua komunitas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga kita bisa membangun hubungan yang lebih baik dan kuat,” ujarnya lagi.(kcm/tmp)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin