|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Wapres respons usulan SEZ Sulut
Kongres ISEI Urung Cetuskan Deklarasi Manado
|
Kongres Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XVI, Selasa (20/06) kemarin secara resmi ditutup Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Dalam kongres yang diikuti 1.200 ekonom tersebut telah menghasilkan 11 rekomendasi ke pe-merintah yang intinya mengenai sistem ekonomi sebagai dasar pembangunan ekonomi bangsa serta arah strategi dan kebijakan yang harus ditempuh. Meski demikian kesimpulan tersebut tidak dapat disepakati sebagai Deklarasi Manado.
Wapres dalam sambutannya turut menyentil berbagai per-soalan terkait ekonomi di da-erah ini, seperti kekurangan listrik dan kemacetan lalu lin-tas yang banyak kali dikeluh-kan warga. Menurutnya, dua hal tersebut sebenarnya me-rupakan pertanda adanya per-tumbuhan ekonomi di suatu daerah dan malah dianggap sesuatu yang positif. Namun harus disadari untuk meme-cahkan masalah kurang dan mahalnya infrastruktur terse-but membutuhan investasi serta dana yang cukup besar.
Karenanya, Kalla juga mene-gaskan agar ekonomi nasional bisa bangkit maka perbankan juga harus menjalankan fung-sinya dengan baik dan efisien. “Bank jangan hanya bergan-tung pada suku bunga dan ja-ngan hanya menduduki uang-nya saja,” tukas Wapres. Apa-lagi sekarang ini menurut pe-nilaiannya bidang industri, pertanian dan energi masih harus menjadi kekuatan per-ekonomian bangsa karena potensinya yang sangat besar.
Dalam kesepatan tersebut Kalla juga telah memberikan signal positif terhadap permin-taan Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang mengenai pem-berian Special Economis Zone (SEZ) bagi Sulut. Sebab menu-rutnya kebijakan pembangu-nan ekonomi masing-masing daerah tidaklah sama tetapi tergantung dari karakteristik daerah itu sendiri.
Ketua ISEI yang baru terpilih lagi, Burhanuddin Abdullah menyatakan, masalah ekono-mi Indonesia masih tergan-tung sisi suplai yakni mesin-mesin produksi sudah tua, la-han pertanian tidak mening-kat, ongkos tenaga kerja naik dan daya saing produk turun. Sehingga ISEI ke depan akan membuat program jangka pendek dengan menyumbang-kan pikiran terhadap upaya bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan, sumber daya manusia, industri dan pemerataan yang harus di-koordinasikan dengan asosia-si lainnya.
Ketua Steering Committee, Prof Arminda Alisjahbana yang membacakan hasil yang batal disebut Deklarasi Manado me-nyatakan, pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 merupa-kan elemen dasar perekono-mian bangsa tapi kenyataan-nya sistem ekonomi sekarang ini jauh lebih kompleks diban-ding dasar elemen tersebut. Di samping itu sistem ekonomi tersebut harus dapat menja-wab permasalahn yaitu bagai-mana menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Untuk mengatasi permasa-lah ekonomi bangsa ini ditun-tut beberapa prasyarat seperti pembangunan institusi politik untuk demokrastisasi dan terciptanya kepastian hukum, stabilitas ekonomi, sektor keuangan yang andal, dite-gakkannya peraturan anti monopoli yang menjamin per-saingan usaha yang sehat, re-formasi birokrasi serta pe-nguatan jaring pengaman.(gra)
|
|