HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Induk -Minut 

21 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Minta oknum anggota TNI di proses hukum
Camat Perintahkan Kumtua Eris Jemput Warganya di Papua

 
Camat Eris, Ny Femmy Lembong SSos sangat khawatir dengan nasib yang dialami puluhan warganya yang ada di Papua, akibat dugaan penipuan oleh oknum anggota TNI. Dikatakannya, ketika mendengar laporan dan pengaduan warga, maka pihaknya telah memerintahkan Hukum Tua (Kumtua) Eris, Ferry Sumarauw, untuk segera bertolak ke Nabire guna menjemput warga yang sedang kritis di hutan Papua. 
Dijelaskannya, sampai saat ini pihaknya tak ada informasi seputar keberadaan 11 warga Eris yang kini sedang menderita di hutan Papua, sebagai akibat dugaan penipuan oknum ang-gota TNI-AD di Zipur Maumbi. 
Selaku pemerintah kecamatan, dirinya telah meminta aparat kepolisian tak pilih kasih dalam menelusuri kasus yang melibat-kan oknum tentara tersebut. “Sekarang warga Eris khusus-nya kaum keluarga, resah dan khawatir atas keselamatan ang-gota keluarganya. Jadi, sebaik-nya oknum TNI-AD itu ditang-kap, karena diinformasikan mulai lagi menjalankan aksinya di Bolmong,” ungkap Ny Lem-bong.
Sementara itu, salah seorang warga Eris yang sempat menye-lamatkan diri dari aksi penipuan ini yakni Sarifudin Lataah, ber-cerita, sebelum bertolak ke Pa-pua, mereka telah dijanjikan akan dipekerjakan di lokasi tambang emas di Nabire, yang katanya akan banyak menda-tangnya penghasilan. “Sapa yang nyanda mo tertarik, pelaku bilang disana serba ada. Selain banyak emas, juga soal maka-nan tak perlu diragukan, begitu juga dengan uang yang tak ada artinya di sana,” ungkap Lataah seraya mengaku hampir tewas kelaparan di hutan Papua. 
Menurut pengakuan pria ber-usia 59 tahun ini, betapa terke-jutnya mereka ketika diturunkan dari sebuah Helikopter di hutan belantara. Ternyata di lokasi tersebut tidak ada kegiatan penambangan. 
Dijelaskannya, mengingat kon-disi mereka saat itu sudah mulai kritis, maka mereka berinisiatif keluar dari camp dan berjalan kaki selama 10 hari lamanya. Untung saja, ketika berada di daerah pemukiman warga adat di Papua, mereka akhirnya dito-long oleh sebuah Helikopter meski itu hanya tiga orang yang bisa diangkut, termasuk dirinya. “To-rang disana pernah menyurat ke Eris, supaya keluarga mengi-rim uang untuk mereka pulang. Dan ternyata, uang yang terkum-pul sebesar Rp 30 juta, tidak sampai,” ketus Lataah.(pen)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin