HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

21 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Mengintip perilaku sopir di bulan Piala Dunia 2006 
Pendapatan Berkurang, Malah Habis di Meja Taruhan

 
BERPROFESI sebagai sopir angkot bukan pekerjaan yang mudah. Butuh daya juang yang tinggi serta kekuatan fisik agar bisa mendapatkan upah sehari sekalipun itu sebesar Rp 25 ribu. Tapi apa jadinya, jika hasil jerih payah sehari ini harus ludes di meja taruhan Piala Dunia?

Tapi itulah yang dialami sege-linting sopir angkot trayek Sam-rat, Malalayang, Kampus dan Paal II ketika bercakap-cakap de-ngan harian ini sewaktu ber-aktivitas di jalan, kemarin. Hasil mencari dalam sehari harus di-korbankan untuk mendapatkan tambahan penghasilan sekali pun itu lewat meja taruhan. 
Kadang memang keceriaan terpancar dari wajah mereka lantaran menang dalam taruhan Piala Dunia 2006. Tapi tak ja-rang para sopir angkot ini ter-paksa gigit jari, karena hasil pendapatan yang dengan su-sah payah diperolehnya dalam sehari hilang begitu saja dalam sekejap akibat kalah taruhan. 
“Kadangkala ini Piala Dunia beking soe pa torang. Soalnya, torang pe doi gaji dari mancari abis lantaran baiko taruhan bola 
kaki. Satu hari biasanya kita dapa upah cuma Rp 25 ribu mar kadang kita pake for bajudi. Kita harap-harap mo tatambah itu doi gaji mar justru abis semua. Mar memang kadangkala kita gaji ada tatambah lantaran me-nang taruhan,” demikian ungkap segelintir sopir angkot tersebut.
Dan lebih memiriskan lagi, iven Piala Dunia ini juga membuat penghasilan para sopir menurun. Bak pe-ribahasa Sudah Jatuh Ter-timpa Tangga, usai habis di meja taruhan para sopir ini pun harus menghadapi kenyataan kehilangan se-bagaian pendapatan. 
Hal ini bukan lantaran kekurangan penumpang, tapi karena terlambat bangun pagi untuk memulai peker-jaan dan sebaliknya menye-lesaikan pekerjaan lebih cepat dari biasanya. Se-muanya karena ingin me-nonton pertanding sepak-bola. 
“Kita biasanya bangun jam lima pagi kong maso jam setengah dua belas malam. Mar selama Piala Dunia ini kita bangun so jam delapan pagi, siang hari istirahat selama dua sampe tiga jam, mar jam setengah sembilan so maso lantaran mo nonton bola,” tutur mereka.(simon)


 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin