|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
15 Mahasiswa AS Belajar Bahasa Indonesia di Unsrat
|
Walau ada kecendrungan minat mahasiswa lokal untuk studi bahasa Indonesia makin menurun, namun tidak halnya bagi mahasiswa asing. Ini dibuktikan dengan kedatangan 15 mahasiswa AS untuk belajar bahasa Indonesia di Unsrat. Selain mempelajari bahasa, para mahasiswa dari negeri paman Sam tersebut juga berkesempatan mempelajari kultur masyarakat Indonesia, khususnya di Manado.
Mereka merupakan peserta pelatihan bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia, yang diselenggarakan lewat program kerjasama Consortium for the Teaching of Indonesian and Malay (COTIM) dengan Unsrat. Para mahasiswa ini akan berada di Manado selama sembilan minggu dan digodok lewat UPT Pengembangan dan Pelatihan Bahasa bagian bahasa Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Prof Dr Ir LW Sondakh MEc menyatakan pengalaman belajar bahasa Indonesia secara langsung sangatlah tepat. “Ini dapat memperdalam pengetahuan dan pemahaman peserta tentang bahasa dan kebudayaan masyarakat setempat,” kata Sondakh saat membuka pelatihan, Selasa (20/06).
Secara pribadi, Sondakh berharap para peserta bisa mencapai hasil maksimal. “Sehingga tujuan yang lebih besar lagi yaitu mempererat hubungan kerjasama antara berbagai bangsa dengan Indonesia pada umumnya, dan antara COTIM dengan Unsrat pada khususnya, bisa tercapai,” tambahnya.
COTIM sendiri adalah konsorsium 12 perguruan tinggi di AS yang memiliki pusat studi tentang Indonesia dan Malaysia. Organisasi ini sudah berkiprah di negeri ini sejak tahun 1975. Sedangkan kerjasama dengan Unsrat dimulai tahun 1986 lewat UPT UPT Pengembangan dan Pelatihan Bahasa yang sekarang dikepalai Dra Jenny Pakasi Dipl. TESL. MA.
Sementara itu Dra Djeinnie Imbang MHum selaku koordinator bahasa Indonesia UPT mengungkapkan, para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu di AS dan program ini dilakukan setiap tahun. “Selama di Manado, mereka tinggal di keluarga asuh dan akan ada di sini selama sembilan minggu. Dengan tinggal di keluarga asuh, diharapkan mereka cepat memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang budaya dan bahasa Indonesia,” jelas Imbang.(win)
|
|