|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sisi Lain Kunjungan Presiden dan
Tindaklajut Terbobosan Gubernur
|
KUNJUNGAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) besama Ibu Negara dan rombongan ke daerah ini meninggalkan beberapa catatan menarik. Meski terbilang hanya berlangsung tak lebih dari 24 jam, namun kedatangan Kepala Negara seakan memberi warna tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara.
Pertama, lewat kunjungan Presiden kali ini, untuk pertama kalinya seorang Gubernur Kepala Daerah mengambil kesempatan khusus memaparkan grand design potensi dan rencana masa depan pembangunan daerah di depan Presiden. Upaya ini tentu saja membutuhan keyakinan diri dan kesiapan matang, dan itu telah ditunjukkan secara faktual oleh gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang.
Pertanyaannya sekarang, sejauh mana aktualisasi terobosan-terobosan seperti itu dalam bentuk action operasional. Untuk itu, tentu saja tidak akan optimal menuai hasil bila hanya berharap dari kerja keras gubernur dan wakil gubernur. Seluruh elemen birokrasi di lingkungan pemerintah daerah Sulut harus mampu menterjemahkan sekaligus mengayunkan langkah seirama dengan derap maju yang dilakukan top leader.
Kedua, baik dalam merepons paparan gubernur Sulut maupun saat membuka Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di MCC, Presiden secara gambling telah memintakan agar upaya pemberantasan kemiskinan, pengangguran dan pemenuhan kebutuhan pangan rakyat harus menjadi salah satu focus penting pemerintahan di semua tingkatan.
Dalam konteks ini, pemerintah daerah Sulut sudah mulai melakukan beberapa upaya strategis Sebut misalnya upaya memacu sector pariwisata dan revitalisasi pertanian. Kebijakan itu juga memerlukan dukungan nyata bahkan proaktif semua pihak, terlebih jajaran elit birokrasi. Karena sehebat apa pun sebuah program, tanpa aplikasi yang optimal, semua hanya akan menjadi sekadar slogan kosong dan taburan mimpi-mimpi. Padahal, rakyat sekarang tak lagi butuh slogan.
Ketiga, sebelum kembali ke Jakarta, Presiden sempat melakukan pencanangan penanaman sejuta pohon di Kabupaten Minahasa Utara. Kebijakan ini sudah jelas arahnya. Tapi, sekali lagi, masih menjadi pertanyaan bagi kita bagaimana tindaklanjutnya. Semoga sampai Presiden dating kembali, tak hanya beberapa batang pohon yang tumbuh karena memang tak ada action lanjutan.
Keempat, saat berada di Minahasa Utara, Presiden secara khusus memuji kiprah politik wanita di wilayah itu. Tentu ini membanggakan, sekaligus menjadi tantangan, karena tak sedikit wanita Sulut yang masih bergelut dengan kehidupan keras dan tergoda untuk mencari jalan gampang dalam merenda kehidupan. Semoga, semua tak sekadar jadi kenangan.(*)
|
|