|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sondakh: Pidato SBY, Tanda Perubahan Mindset Pejabat
|
Rektor Unsrat Manado Lucky Sondakh menilai pidato Presi-den Su-silo Bambang Yudhoyono pada pembukaan kongres Ikatan Sarjana Ekono-mi (ISEI) XVI, Minggu (18/06) lalu merupakan tanda peru-bahan pola pikir pejabat politik yang seharusnya dilakukan sejak dulu. Demikian dijelaskan Sondakh di Manado Con-vention Centre (MCC), Senin (19/06).
Menurut mantan Kepala Bap-peda Sulut tersebut, pidato ter-sebut menggambarkan pejabat politik sudah menyadari pen-tingnya pemahaman ilmu eko-nomi bagi politisi yang menjadi pemimpin negara ini. Pemicu-nya, keberhasilan politik yang dapat langsung dilihat dengan diukur indikator kesejahteraan masyarakat, adanya lapangan kerja, penurunan pengang-guran dan kemiskinan serta kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai kaum intelektual diri-nya sangat mendukung panda-ngan presiden tersebut, terkait jika pikiran politikus lebih ba-nyak didasari pada ekonomi politik dikhawatirkan penataan politik hanya untuk kepentingan kekuasaan, partai atau golongan tertentu dan bukan kesejahtera-an rakyat. Padahal hanya ilmu ekonomi yang sangat realistis menunjukkan ukuran kesejahte-raan yang sebenarnya.
Di Sulut sendiri, Sondakh me-nilai perubahan pola pikir itu pun sudah mulai dilakukan Gubernur Drs SH Sarundajang, meski menurutnya akan lebih baik lagi jika tenaga ahli atau ilmuwan yang digunakan pemerintah mendapat legitimasi institusional dalam hal ini Fakultas Ekonomi atau perguruan tinggi dalam konteks yang lebih luas lagi.
“Sebab belum tentu buah pi-kiran satu dua pakar dapat diterima koleganya hingga ha-rus ada pertanggungjawaban secara intelektual,” tukasnya.
Kongres ISEI ini sendiri bagi ekonom Sulut membuka wawa-san baru sebagai modal bagi pengamat untuk mengkritisi eko-nomi daerah. “Saya sendiri ka-rena merasa sudah lama tidak mengasa ilmu ekonomi seperti merasakan angin segar me-ngikuti kongres ini,” tukas man-tan pengurus pusat ISEI itu.(gra)
|
|