|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Soal calon Sekda
Hanya Kepatutan dan Kecakapan
|
Pemikir strategi pemenangan MMS-SMM di pilkada lalu, Pitres Sombowadile menegaskan, kriteria utama bagi seorang Sekretaris Daerah (Sekda) hanya kepatutan dan kecakapan, bahkan berdasarkan jenjang karir dan kemampuannya menangani administrasi birokrasi.
Hal itu disampaikan Pitres Sombowadile, pemikir strategi pemenangan MMS-SMM di Pilkada lalu, menyikapi suara sumbang dari ‘Mr X’ yang menyatakan penolakan kepada Ir Rahmat Mokodongan yang diproyeksi sebagai calon kuat pengganti Drs Hi Idrus Mokodompit. “Kriteri Sekda itu lebih soal kepatutan dan kecakapan, tidak perlu menggiringnya sampai ke persoalan apel dan bagi-bagi rezeki. Sebab kalau begitu, lama-lama orang akan menggiring kriteria sekda ke soal tinggi badan, bentuk muka atau warna kulit. Itu kan lucu,” kata Pitres menyikapi suara sumbang dari ‘Mr X’ via sms.
Menurut dia, dari sisi kecakapan penguasaan bidang kerja di pemerintahan, Rahmat Mokodongan memiliki kemampuan yang lebih dibanding yang lain. Lebih dari itu, Rahmat adalah pejabat yang sangat paham menempatkan diri pasca Pilkada. “Dia pun punya kemampuan untuk menjembatani hubungan antara Pemkab Bolmong dan Pemprop Sulut. Jadi saya percaya, Rahmat bisa menjadi rahmat bagi orang Bolmong,” kunci dia.
Menyikapi hangatnya pemberitaan, Rahmat Mokodongan tergerak memberikan pernyataan. “Terima kasih atas semuanya. Saya tidak pernah marah kepada siapapun,” ucapnya.
Drs Hi Idrus Mokodompit sendiri ketika mengetahui posisinya telah menjadi polemik, tampak sabar dan tenang. “Posisi sekda adalah kewenangan bupati dan gubernur. Kita sebagai PNS hanya bekerja sesuai kepercayaan pimpinan,” kata Mokodompit.(tus)
|
|