|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dana Pendidikan APBD Bukan
untuk Pembangunan Fisik
|
Dana Pendidikan yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak diperuntukkan bagi pembangunan fisik, melainkan untuk kesejahteraan guru. Demikian disampaikan ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (Fokgor) Rony Karundeng SPd.
Menurutnya, selama ini dana pendidikan yang ditetapkan dalam setiap APBD di Sulut lebih banyak untuk rehabilitasi gedung sekolah. “Padahal jika mengacu pada penjelasan Komisi X DPR RI (bidang pendidikan) yang berkunjung ke sini tahun lalu, ditegaskan bahwa dana pendidikan dari APBD hanya untuk kesejahteraan guru,” kata Karundeng kemarin.
“Bahkan dijelaskan mereka, untuk pembangunan fisik sudah ada dana yang diambil dari dana dekonsentrasi dari pemerintah pusat. Malah dana untuk Sulut dari pusat pada tahun 2005 se-besar Rp 303 miliar,” tambahnya.
Menyikapi permasalah ini Fokgor sangat mengharapkan pemprop untuk mengarahkan dana pendidikan APBD 2006 diarahkan untuk kesejahteraan guru. “Karena jika kesejahteraan guru meningkat, maka akan memacu kinerja guru. Soalnya selama ini tingkat kesejahteraan guru belum sesuai dengan tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi mutu pendi-dikan adalah ujung tombak pem-bentukan SDM bermutu,” tandas Karundeng.
Ia juga mengkhawatirkan terjadinya anggaran rangkap dalam pembangunan fisik. “Selain dari dana dekonsentrasi, juga ada anggaran dari dana pendidikan APBD. Kalau sampai ada rangkap seperti ini, berarti negara turut dirugikan,” tukas pria yang juga guru di SMAN 1 Tareran ini.(win)
|
|