HOME : FOOTBALL

Berita Pendidikan dan Budaya  

22 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing)  

Dana Pendidikan APBD Bukan untuk Pembangunan Fisik

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pengawasan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Kurang Ketat

Prodi Hukum Ekonomi FIS Unima Satu-satunya di Indonesia

Education Park Bakal Dibangun di Sulut

Dana Pendidikan yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak diperuntukkan bagi pembangunan fisik, melainkan untuk kesejahteraan guru. Demikian disampaikan ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (Fokgor) Rony Karundeng SPd.



Menurutnya, selama ini dana pendidikan yang ditetapkan dalam setiap APBD di Sulut lebih banyak untuk rehabilitasi gedung sekolah. “Padahal jika mengacu pada penjelasan Komisi X DPR RI (bidang pendidikan) yang berkunjung ke sini tahun lalu, ditegaskan bahwa dana pendidikan dari APBD hanya untuk kesejahteraan guru,” kata Karundeng kemarin.
“Bahkan dijelaskan mereka, untuk pembangunan fisik sudah ada dana yang diambil dari dana dekonsentrasi dari pemerintah pusat. Malah dana untuk Sulut dari pusat pada tahun 2005 se-besar Rp 303 miliar,” tambahnya.
Menyikapi permasalah ini Fokgor sangat mengharapkan pemprop untuk mengarahkan dana pendidikan APBD 2006 diarahkan untuk kesejahteraan guru. “Karena jika kesejahteraan guru meningkat, maka akan memacu kinerja guru. Soalnya selama ini tingkat kesejahteraan guru belum sesuai dengan tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi mutu pendi-dikan adalah ujung tombak pem-bentukan SDM bermutu,” tandas Karundeng.
Ia juga mengkhawatirkan terjadinya anggaran rangkap dalam pembangunan fisik. “Selain dari dana dekonsentrasi, juga ada anggaran dari dana pendidikan APBD. Kalau sampai ada rangkap seperti ini, berarti negara turut dirugikan,” tukas pria yang juga guru di SMAN 1 Tareran ini.(win)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin