|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pakaian Adat Dewan Sedot Rp 112,5 Juta
|
Tahun ini, 45 anggota DPRD Sulut akan kembali mendapatkan pakaian adat baru. Harga 45 pasang pakaian itu menyedot anggaran Rp 112,5 juta. Pakaian adat ini nantinya akan digunakan pada acara paripurna ulang tahun Propinsi Sulut.
Tahun 2004 lalu, menurut Sekretaris Komisi C Farid Lau-ma, yang digunakan adalah pakaian adat Minahasa. Tahun 2005, adat Sangihe dan 2006 ini ke-mungkinan besar adat Bolmong.
Disinggung apakah ini sebuah bentuk pem-borosan, katanya, tidak bisa dikate-gorikan demikian. “Masalah adat kan harus dilestarikan. Tapi biaya pengada-an pakaian adatnya memang cukup be-sar,” ujar utusan PAN Dapil Bolmong ini.
Di sisi lain, urainya, kemeja pakaian adat Sangihe sangat cocok digunakan di semua acara. Jadi bukan hanya dipakai sekali saja saat paripurna HUT Sulut. “Sudah lima kali saya gunakan pakaian adat Sangihe. Tapi hanya atasnya saja. Ter-masuk ke masjid saya gu-nakan. Soalnya cocok di semua aktivitas,” aku Lauma.
Dikatakan, sehubungan pengadaan pakaian adat akan ditenderkan maka proses lelang harus transparan. Jangan sampai yang men-dapatkan proyek adalah keluarga dekat pejabat termasuk anggota dewan yang nantinya pakaian hanya dijahit asal-asalan. “Tapi menurut saya biaya peng-adaan pakaian adatnya sa-ngat mahal. Saya jadi heran memang,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait hal ini, pihak sekretariat dewan sementara melakukan pe-ngumuman lelang, ditangani Ketua Panitia Kabag Umum Drs Max Raintung. Pe-ngadaan pakaian adat sendiri masuk paket 4 dari lima paket proyek yang ada.(tru)
|
|