HOME : FOOTBALL

Headlines News  

23 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Suami Sewakan Istri 175 Dolar/Bulan


GUJARAT – Beberapa suami di India bagian barat rela menyewakan istrinya kepada pria lain, karena di wilayah tersebut kekurangan wanita lajang yang siap menikah. Atta Prajapati, seorang buruh tani yang tinggal di negara bagian Gujarat menyewakan istrinya, Laxmi, kepada seorang tuan tanah dengan biaya sewa 175 US dolar per bulan.
Sebagai perbandingan, para buruh tani di sana hanya memiliki penghasilan per bulan sebesar 22 US dolar. Kewajiban Laxmi sebagai istri sewaan adalah tinggal di rumah pria tersebut, 
merawat rumah dan “suami”, serta tentu saja berhubungan seks dengannya. 
Menurut majalah Times of India, penyewaan istri ini bu-kan suatu hal yang tertutup di India bagian barat. Ada be-berapa pria yang mengandal-kan pendapatan bulanan de-ngan menyewakan istrinya. Sejauh ini pihak yang berwe-nang di Gujarat tidak mau dimintai komentarnya seputar hal tersebut ketika dihubungi The Associated Press.
Perbandingan jumlah pria dan wanita memang tidak seimbang di seluruh India. Sama seperti masyarakat tra-disional di Cina, orang India lebih suka memiliki anak laki-laki. Akibatnya, angka aborsi janin perempuan cukup tinggi.
Anak gadis di India harus se-gera menikah, untuk itu orang-tuanya sering membayar pihak keluarga calon mempelai laki-laki. Terkadang jumlah mas kawin yang diminta tidak ma-suk akal sehingga membebani pihak perempuan. Pemberian mas kawin sebenarnya sudah dilarang sejak tahun 1961 tetapi pada praktiknya masih berlaku dan hukum seolah tidak bisa menjangkaunya.
Jumlah anak perempuan per 1000 anak laki-laki di seluruh India menurun dari 945 di ta-hun 1991, menjadi 927 di ta-hun 2001, menurut data sen-sus nasional tahun 2001. Te-tapi di negara bagian Gujarat yang termasuk makmur, hasil sensus menunjukkan ada 828 perempuan per 1000 laki-laki. Meski pemerintah mengatakan jumlahnya bisa lebih rendah lagi, yaitu 700 anak perempu-an per 1000 anak laki-laki di negara bagian tersebut.
Kurangnya gadis-gadis untuk dinikahkan membuat bisnis broker calon pengantin perempuan berkembang de-ngan pesat. Tugas para broker ini mencari gadis yang siap dinikahkan. Mereka menarik bayaran sampai 1.520 US dolar dari keluarga mempelai pria dan keluarga mempelai wanita akan menerima sebe-sar 435 US dolar.
Di India, memiliki pembantu rumah tangga adalah suatu hal yang lazim, tetapi prosti-tusi juga ilegal. Akhirnya para pria tersebut menyewa para istri untuk memenuhi segala kebutuhannya.(ap/kcm)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin