|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pengusutan dugaan penyimpangan APBD 2004 Talaud
Tersangka Bakal Bertambah?
|
Setelah sebelumnya menetapkan oknum Kadis Diknas Talaud berinisial AL sebagai tersangka, ternyata tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Melonguane terus mengembangkan pengusutan dugaan penyimpangan APBD 2004, di Kabupaten Talaud.
Bahkan, dikabarkan kalau penyidik sudah menemukan data dan bukti-bukti baru akan keterlibatan pelaku lain dalam dugaan kasus berbandrol Rp 21 M ini. Namun, Kasie Pen-kum dan Humas Kejati Sulut Jeffri Penanging Makapedua SH ketika dikonfirmasi kema-rin, enggan membeberkan lebih lanjut akan perkembangan kasus ini.
“Kita tunggu saja hasil pe-nyidikan tim penyidik yang sampai saat ini masih terus melakukan pengusutan. Jika memang ditemukan ada bukti-bukti baru yang mengarah akan keterlibatan orang lain selain satu tersangka tadi, sudah pasti tim penyidik tidak akan tinggal diam saja,” ungkap Makapedua.
Dijelaskan Makapedua, kalau hasil penyelidikan tim penyidik dalam dugaan penyelewengan penyaluran dana APBD Talaud tahun 2004 ini, ditemukan kalau tersangka ditengarai telah merugikan keuangan negara sekitar seratus juta rupiah lebih.
Seperti diketahui, dalam dugaan kasus APBD 2004 Talaud ini, ada sekitar 26 item yang dilaporkan sebelumnya. Namun, tim penyidik kejak-saan baru menda-patkan tersangka dalam satu item saja. Item-item yang dilaporkan tadi diantaranya adalah dugaan terdapat pengeluaran tidak didukung dengan bukti pe-ngeluaan dan atau bukti yang tidak lengkap sebesar Rp 629.261.400, dugaan terjadi-nya pelampuan realisasi ang-garan belanja sebesar Rp 1.007.705.234, dugaan terda-pat pembayaran yang tidak tersedia anggarannya dalam APBD sebesar Rp 120.486.585.
Juga soal dugaan pembayaran biaya operasional sebesar Rp 89.619.750, tidak sesuai dengan SK Bupati Talaud Nomor 16 Tahun 2004, du-gaan pembayaran biaya perjalanan di-nas diberikan tidak sesuai SK Bupati Talaud Nomor 04A Tahun 2004 dan diberikan kepada orang yang tidak melaksanakan perja-lanan dinas sebesar Rp 19.500.000, juga dugaan terdapatnya biaya operasional pos sekretariat daerah dipergunakan untuk pembe-rian pinjaman kepada dinas-dinas sebesar Rp 99.500.000, yang belum dikembali-kan.(vcq)
|
|