|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Ormas Abaikan Pancasila,
Dianggap Bahaya Laten
|
Menyikapi pernyataan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mulai jika dibubarkan FPI ganti nama, soal pendaftaran dan sampai pada pernyataan bahwa mereka hanya mengkritisi pemerintah yang salah, Pemimpin Radio Amigos 100.0 FM Tomohon, Heri Kristian STh, minta pemerintah tidak pandang bulu. “Pihak manapun yang tidak menggunakan Pancasila, dianggap sebagai bahaya laten,” katanya.
Menurut dia pemerintah ha-rus menjadi seorang ‘bapak’ yang baik, jadi jangan pandang bulu dalam bertindak. “Pihak manapun dan agama mana-pun, apabila tidak mau meng-gunakan azas Pancasila maka harus dianggap sebagai bahaya latin,” tegasnya.
Di sisi lain menurut dia kala-ngan masyarakat juga harus jeli dan berani menyatakan si-kap tegas terhadap ormas-or-mas yang meresahkan. Mengi-ngat negara kita adalah negara hukum. Jadi apabila merasa mendapatkan intimidasi atau ancaman dari ormas-ormas ter-tentu harus dicek terlebih da-hulu, apakah mereka sudah mengantongi ijin atau belum.
Seperti menggelar demo, apa-lagi menutup sebuah tempat ibadah manapun harus mem-bawa surat ijin kepolisian. “Apa-bila tidak mengantongi ijin, ser-ta bertindak anarkis, sudah je-las ormas tersebut membahaya-kan persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.(aan)
|
|