|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Enam Bulan Indonesia Diterjang 57 Bencana
|
Sekitar 83 persen wilayah Indonesia rawan bencana. Faktor terbesar yang menyebabkan hal itu adalah ketidak-mampuan negara dalam mengurus alam serta mere-duksi ancaman ben-cana. “Data terse-but kami ambil dari berbagai sumber pe-metaan rawan ben-cana,” kata Ekse-kutif Nasional Walhi Sofyan di kantor Walhi, Jakarta, Jumat (23/06).
Walhi mencatat sejak Janu-ari hingga Juni 2006 telah terjadi 57 kejadian bencana dengan 3 kejadian bencana besar, yakni gempa Yogyakar-ta-Jawa Tengah, lumpur pa-nas Sidoarjo, serta banjir bandang dan tanah longsor Sulsel. Tiga peristiwa tragis itu memakan korban jiwa 7.297 jiwa, dan 2 juta lebih warga menjadi pengungsi, serta menghacurkan ribuan hektar sawah dan kebun.
Menyikapi hal itu, Walhi mendesak pemerintah me-ngambil langkah taktis dan strategis menyelamatkan mas-yarakat dari ancaman ben-cana sebagai mandat konsti-tusi dari Konvensi HAM, karena kondisi lingkungan hidup yang semakin rusak menambah percepatan terjadi bencana. “Kami ingin peme-rintah melakukan tindakan cepat untuk membangun kesiapsiagaan menangani bencana sejak awal,” ujar dia.
Di sisi lain, Walhi juga me-nyesalkan bahwa pemerintah tidak pernah mensosialisasi-kan peta rawan bencana banjir dan longsor kepada masyara-kat dan pemerintah daerah. Akibatnya banyak korban jiwa ketika terjadi bencana alam.
Pemerintah sebenarnya pada tahun 1990 telah mengeluar-kan data-data mengenai ada-nya peta rawan longsor dan banjir di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Sela-tan, yaitu Kabupaten Sop-peng, Bone, Gowa, Sinjai, dan Maros. “Dugaan saya malah Pemprov Sulsel sampai seka-rang tidak pernah tahu akan hal itu,” tambah Koordinator Walhi Chalid Muhammad.
Menurutnya, pemerintah tidak memberitahukan kepa-da pemda mengenai konvensi lahan yang terus-menerus di-lakukan akan mengakibatkan banjir bandang jika terjadi hu-jan secara kontinu. “Harusnya pemerintah melakukan sistem peringatan dini kalau terjadi bencana,” ujar dia.(dtc)
|
|