|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Prancis Kehilangan Gairah
Laporan Friko Poli dari Paris
|
WARGA Prancis pesimis dengan peluang timnya. Mereka menilai skuad Les Bleus tidak bisa berbuat banyak dalam iven besar seperti Piala Dunia. Zidane dkk dinilai terlalu besar kepala setelah menjadi juara dunia lalu.
Suasana di Paris memang beda dengan Swiss atau Italia. Di mana-mana berkibar bendera negara mereka. Tapi di Prancis, tiga jam lamanya keliling Kota Paris, tidak ditemui adanya warga yang memakai kaos tim Les Bleus. Seakan tidak ada gema Piala Dunia di negara ini.
Souvenir-souvenir Piala Dunia juga jarang ditemui. Seorang pedagang souvenir yang ditemui koran ini mengatakan, penjualan souvenir memang lesu. Tidak lagi seperti waktu Prancis menjuarai World Cup 8 tahun lalu. “Pembeli souvenir juga membeli bukan kaos Prancis. Melainkan Brasil atau Argen-tina,” kata Piere, penjual kelontongan.
Menurutnya, orang Prancis sangat meng-hargai martabatnya. Ketika Tim Prancis mam-pu ditahan Korea, warga Prancis sangat-sa-ngat kecewa. “Martabat kami seakan diinjak-injak,” ucapnya.
Ditanya soal kans, dia menyatakan tidak peduli lagi. Menurutnya, Prancis sudah gagal yang kedua kalinya di Piala Dunia, menyusul hasil menyakitkan di Piala Dunia di Korea, empat tahun lalu.
Warga Prancis sendiri lebih banyak menjagokan Brasil di Piala Dunia Jerman ini. “Brasil yang terbaik. Masa Prancis sudah berlalu,” akunya dalam bahasa Inggris.
Warga Prancis pantas kecewa. Karena se-lain martabat mereka jatuh, dikatakan peme-
rintah sudah membayar mahal atas timnas mereka. Bayaran yang mahal kepada para pemain tidak setimpal dengan prestasi yang di-peroleh.
Mereka juga menyayangkan tidak kompaknya Tim Prancis, terutama berselisihpahamnya Zinedine Zidane dan sang pelatih Raymon Domenech. “Selain para pemain sudah tua dan tidak memiliki motivasi, antara pemain dan pelatih juga tidak kompak. Ini yang membuat Prancis jatuh,” pa-parnya sambil mengangkat jempol terbalik.
Tak heran jika suasana di Paris terlihat adem ayem. Sejumlah warga yang ditanyai pendapatnya tentang Tim Prancis, seperti tidak bergai-rah. “Prancis payah. Zidane dkk sudah tua. Seharusnya pelatih mainkan yang muda-muda,” kata Gaetan, bolama-nia asal Paris.(*)
|
|