|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Gedung Gereja St Theresia Malalayang Diresmikan
|
Setelah enam tahun melewati proses pembangunan akhirnya, Gedung Gereja Katolik Paroki Sta Theresia Malalayang akhir-nya diresmikan, Jumat (24/06) kemarin. Peresmian ini dilang-sungkan dalam sebuah pera-yaan Ekaristi bersama yang di-pimpin langsung Uskup Manado Mgr Yoseph Suwatan MSC.
Uskup Suwatan dalam khotbah dan sambutannya menyatakan rasa syukurnya atas komitmen dan kerja keras seluruh umat Katolik Paroki Sta Theresia Malalayang serta sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Bangunan yang berdiri megah ini melambangkan komitmen dan kerja keras seluruh umat dan se-kaligus menjadi komitmen bersa-ma untuk menjadikan gedung ge-reja sebagai tempat untuk ber-syukur, berdoa dan membangun iman dan harapan sebagai umat Allah,” ungkapnya.
Uskup Suwatan mengajak se-luruh umat Katolik di Paroki ini untuk tidak menyia-nyiakan pe-ngorbanan yang telah dicurahkan dalam pembangunan gedung ge-reja tersebut. “Diharapkan me-lalui gedung gereja yang megah ini umat semakin dekat dengan Tuhan lewat mendengarkan Fir-man, merayakan Ekaristi dan mewujudkan kebaikan dalam hi-dup bermasyarakat,” pintanya.
Sementara itu Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi SSos mene-gaskan, pembangunan gedung gereja ini menunjukan bukti nyata seluruh umat Katolik di Manado untuk menjadikan Manado seba-gai kota religius. “Dengan pem-bangunan ini maka Manado ko-ta religius mulai terwujud,” te-gasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Ny Selvie Mandei SE MSi serta Panitia Pembangu-nan Robby Waouw dan Ir Ja-mes Tamatompol menjelaskan, pembangunan gedung gereja ini memakan biaya sebesar Rp 2,53 miliar dengan luas ba-ngunan 1500 meter. Dan yang menarik bahwa, model gedung Gereja Sta Theresia Malala-yang ini didesain seperti se-buah kapal tempoe doeloe de-ngan dilengkapi dua cerobong asap.(imo)
|
|