|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Ribuan hektar sawah terendam
Dumoga Tergenang, Bolmong Menangis
|
Rakyat Bolaang Mongondow (Bolmong) menangis. Daratan Dumoga yang merupakan kawasan lumbung padi daerah ini, akhir pekan lalu tergenang air bagai berubah jadi lautan. Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat siang berujung banjir bandang. Ratusan rumah terendam, ribuan hektar sawah yang baru ditanami porak-poranda.
Sampai kemarin, arus lalu-lintas di ruas jalan AKD (Amu-rang-Kotamobagu-Doloduo) terputus, hanya bisa dilewati mobil sampai Desa Ponompia-an Kecamatan Dumoga Timur. Selanjutnya, jalanan yang me-lewati Desa Transmat, Bum-bungon, Siniyung, Dumoga, Modomang dan seterusnya tembus Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, terendam air.
Tak heran kalau rombongan Pemkab Bolmong yang dipim-pin langsung Bupati Dra Hj Marlina Moha Siahaan serta tim khusus dari Pemprop dan Deprop Sulut dipimpin Syachrial Damopolii hanya bisa memantau tragedi ini dari Desa Ponompiaan.
Dari desa ini terlihat tinggi air di jalan telah mencapai sekitar setengah meter. Se-mentara air yang menggenangi rumah penduduk mencapai sekitar satu meter. Keadaan itu tak terhindarkan karena letak kawasan pemukiman berada di bawah jalan. Semen-tara ketinggian air yang meng-genangi areal persawahan mencapai 1,5 meter.
Kalau sampai Jumat sore, data sawah yang terendam air diprediksi hanya mencapai 480 hektar, plus rumah-ru-mah penduduk yang terendam hanya 140-an, pada Sabtu sore jumlah itu membengkak sampai dua kali lipat. Dari data sementara, sebagaimana dibeber jubir Pemkab Bol-mong Ir Yudha Rantung, ham-pir semua areal persawahan di tiga Kecamatan di Dumoga, sekitar lebih dari 1.000 hek-tar, telah terendam air.
“Kerusakan rumah masih sedang di data, diperkirakan masih terus bertambah sebab hujan terus mengguyur. Sedangkan fasilitas publik seperti bangunan sekolah, ter-catat ada 22 yang rusak pa-rah, mulai dari bangunan SD, SMP dan SMA. Yang jelas, kemungkinan besar semua areal persawahan di Dumoga, akan mengalami gagal panen tahun ini,” kata Rantung Sabtu malam, usai mendam-pingi bupati dan rombongan saat memberikan bantuan pemkab kepada korban banjir.
Ada pun desa-desa di tiga kecamatan di Dumoga yang cukup parah karena tergena-ngi air adalah Siniyung, Po-nompiaan, Wangga Baru, Mogoyunggung, Kosio, Ihwan, Dondomon, Tapadaka 1, Ibo-lian, Werdi Agung, sebagian Pusian, sebagian Doloduo dan sebagian Tonom, Kinomaligan.
TERENDAM
Meski tidak separah di tiga kecamatan di Dumoga, ter-nyata beberapa bagian di tu-juh kecamatan lainnya di Bumi Totabuan dilaporkan sempat mengalami banjir. Ketujuh kecamatan itu adalah Lolak, Bolaang, Lolayan, Pino-losian, Pinolosian Timur, Posigadan dan Bolaang Uki.
Namun dari tujuh kecama-tan ini, yang paling para dite-mui di Kecamatan Lolak, Bolaang dan Lolayan. Di Kecamatan Lolak, banjir besar ditemui di Desa Solog, begitu juga di Kecamatan Bolaang terdapat di Desa Inobonto 1. Banjir di kedua desa berlainan kecamtan ini akibat meluap-nya air di muara Sungai Ong-kag, tepatnya di sepanjang jempatan Kaya’. Di sini, air te-lah menggenangi puluhan rumah penduduk dan puluh-an hektar tanah, namun ber-untung karena tidak menim-bulkan korban jiwa.
Sedangkan di Kecamatan Lolayan, keadaan yang paling parah terjadi di Desa Mopait, di mana rumah-rumah di sekitar jembatan Mopait yang dilalui Sungai Ongkag, teren-dam sampai satu meter. Amat-an harian ini, lebih dari sepu-luh rumah yang terendam, dan para warga pun telah me-ngungsi ke dataran yang lebih tinggi.
“Meski tidak separah di Du-moga, Lolayan, Lolak dan Bolaang, pemkab juga telah menerima informasi bahwa beberapa desa di Kecamatan Pinolosian, Pinolosian Timur, Posigadan dan Bolaang Uki, sempat terkena banjir juga. Namun ketinggian air tidak sampai lutut, dan tidak begitu berisiko kepada warga,” aku Yudha Rantung.
Sementara itu, kabar terkini yang diperoleh kemarin siang menyebutkan, Gubernur Su-lut SHS bersama para pejabat teras pemprop, sudah turun mengunjungi lokasi banjir, dimulai dari Kecamatan Bo-laang, Lolayan dan terakhir di Dumoga yang merupakan titik banjir paling parah.
GEMPA
Rakyat Bolaang Mongondow, Minggu (25/06) kemarin, tak hanya meneteskan air mata karena sebagian wilayahnya diterjang banjir. Sebagian war-ga, khususnya di wilayah Kotamobagu (Kota) dan seki-tarnya, sempat panik karena guncangan gempa yang meng-goyang dengan kekuatan 6,1 skala richter.
Pusat gempa dengan tingkat kekuatan yang dirasakan mencapai 4 skala modified mercally intensity (MMI) pada Minggu subuh (pukul 15.15 Wita) itu berada di Barat Laut Manado pada posisi 0,4 Lintang Selatan dan 3,4 Bujur Timur dengan kedalaman 100 Km di bawah permukaan laut.
Menurut Kepala Badan Me-teorologi dan Geofisika (BMG) Winangun Subardjo yang Ming-gu (25/06), meski kekuatan gempa cukup kuat namun ti-dak tidak membuat kerusak-an apa pun karena pusat gem-pa terletak cukup jauh dari Kota Manado dan Bolmong. Pe-nyebab gempa itu sendiri jelas dia, diakibatkan pergerakkan lempeng laut Maluku terhadap lempeng Eurasia.(tus/lex)
|
|