|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Hiabe Mamenongkati EE Mangindaan:
Sitaro Tinggal Tunggu Waktu
|
Kunjungan sehari tim Komisi II DPR RI, Sabtu (24/06) akhir pekan lalu di Siau dalam rang-ka meninjau persiapan ter-akhir pemekaran Sitaro men-dapat sambutan antusias warga yang ada. Tim yang dikomandani Ketua Komisi II DPR RI Letjen Purn E E Ma-ngindaan serta tiga orang ang-gota masing-masing Drs Sofi-an Ali, MM, Iman Anshori, SH dan Misbakhul Hidayat H, selain meninjau langsung lo-kasi pembangunan Kantor dan Rumah Dinas Bupati di Ondong Kecamatan Siau Ba-rat, juga meninjau berbagai sektor pendukung lainnya dalam rangka Sitaro ber-otonom nanti.
Yang menarik Kehadiran EE Mangindandaan seakan mem-beri warna tersendiri bagi rakyat Sitaro yang pernah me-nganugerahinya gelar ‘Hiabe Mamenongkati’ yang artinya Bintang Biduk dari Utara karena segala keinginan su-dah dicurahkan warga Sitaro kepada komisi II yang dipim-pin si Bintang Biduk dari Utara itu.
Pemberian gelar adat ter-tinggi masyarakat Sangihe kepada Letjen Purn EE Ma-ngindaan ketika masih men-jabat sebagai Gubernur Sula-wesi Utara benar-benar sangat dinantikan warga Sitaro yang sekian lama mengharapkan uluran tangannya. Tidak mengherankan warga yang ada di Sitaro tumpah ruah di jalanan untuk melihat serta mendengarkan langsung pe-nyampaian Mangindaan me-nyikapi finishing upaya me-wujudkan Kabupaten Sitaro.
Bupati Sangihe Drs. Winsu-langi selaku pimpinan di ka-bupaten induk pun secara je-las di hadapan komisi II meyakinkan bahwa persiapan Sitaro itu tak hanya sekadar di atas kertas, namun sudah matang dan rakyat siap me-nyambutnya secara utuh.
Lape sapaan akrab Mangin-daan mengharapkan agar se-mua komponen Sitaro mem-berikan dukungan penuh ter-hadap perjuangan Sitaro da-lam kebersamaan dengan pemerintah Kabupaten Kepu-lauan Sangihe ini yang mem-berikan perhatian begitu se-rius terhadap percepatan pe-mekaran Sitaro. Kehadiran tim-nya, lanjut Mangindaan, juga merupakan kunjungan dalam rangka untuk mengkroscek lebih detil persiapan pemeka-ran Sitaro langsung di lapangan.
Menurut Mangindaan, pen-tingnnya dilakukan pe-ngecekan kembali kesiapan itu, mengingat banyaknya per-soalan pemekaran wilayah yang setelah diketuk, melahir-kan persoalan baru yang jus-tru mengangu proses otonomi yang berimbas pada kondisis yang lebih miskin
Ambil contoh soal persiapan lahan untuk pembangunan infrakstruktur yang berkaitan dengan pemerintahan seperti kantor bupati, kantor DPRD, dan lain sebagainya harus be-nar-benar sudah tuntas tanpa ada ganjalan hokum, terma-suk persiapan perangkat pemerintahan yang baru ini.
Sitaro menurut Mangindaan pada prinsipnnya masuk kate-gori paling siap dan bisa dika-takan tinggal menunggu wak-tu saja untuk disahkan. Itu se-babnya diharapkan bagi mas-yarakat agar mendukung se-penuhnya proses pemekaran yang diakuinya bisa tuntas hingga penghujung tahun 2006 ini.(med)
|
|