HOME : FOOTBALL

Headlines News  

26 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Media ditekan? 4 Ormas Islam Demo Kompas


Keberadaan media massa mulai mendapat tekanan seri-us organisasi masyarakat (or-mas). Lihat saja di Jakarta, Minggu (25/06). Empat ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Antisekularisme dan Kompas (Gasak) mendemo kantor harian Kompas, Jl Palmerah Selatan. Mereka keberatan atas sejumlah pem-beritaan harian itu yang dinilai 
menyudutkan ormas Islam.
Aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dan dihadiri sekitar 200 massa. Mereka berasal dari 4 ormas Islam seperti FPI, FBR, MMI, dan HTI. Dalam aksi ini, mereka membawa panji-panji kebe-sarannya masing-masing. Se-lain itu, massa juga membawa spanduk berukuran 7X1 me-ter, yang bertuliskan “Kompas Khianati Permintaan Maaf Tanggal 29 September 1997”.
Mereka menuntut agar Kom-pas mengingat kembali per-nyataannya pada 29 Septem-ber 1997 itu. Serta tidak lagi mengulangi pemberitaan yang menyudutkan umat Islam. “Kompas telah mengkhianati pernyataan permintaan maaf yang dinyatakannya pada saat itu. Pada saat itu Kompas ber-janji tidak akan melakukan lagi pemberitaan yang me-nyudutkan umat Islam,” ujar Koordinator Aksi Suciptono seperti dilansir detik.
Aksi ini digelar terkait ada-nya pemberitaan tentang or-mas Islam yang dikatakan ra-dikal seperti FPI, FBR, HTI, dan MMI. “Kompas menyebut gerakan Islam seperti FPI, FBR, MMI, dan HTI sebagai gerakan radikal,” ujarnya.
Usai demo, perwakilan para aktivis kemudian berdialog de-ngan jajaran Kompas. Bela-kangan diperoleh kabar, re-daksi harian Kompas akan mem-pelajari somasi yang disam-paikan oleh kuasa hukum Tim Pembela Islam (TPI) yang me-wakili sejumlah ormas Islam, atas keberatan pemberitaan di harian itu.
Meski demikan, melalui Pe-mimpin Redaksinya Suryopra-tomo, Kompas membantah melakukan pemihakan kepa-da kelompok tertentu dalam pemberitaannya. “Kami akan mengevaluasi dan mening-katkan terus profesionalisme dari wartawan-wartawan ka-mi. Tapi saya kira Kompas ti-dak punya agenda sama se-kali. Kita harus kembali pada esensi pers bahwa pers itu ha-nya mengungkap sebuah be-rita dari kejadian agar dapat dipahami oleh masyarakat luas,” kata Suryopratomo usai bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa di depan kan-tornya, Jakarta, Minggu (25/06).
Pihak Kompas berjanji akan memberikan jawaban atas so-masi yang diberikan oleh pe-ngunjuk rasa dalam waktu tujuh hari.
Sementara itu kuasa ukum dari Tim Pembela Islam Luthfi Hakim mengatakan, mereka akan menunggu jawaban dari pihak Kompas. “Kami yakin Kompas akan merespons so-masi ini dengan baik dan bijak. Kami hanya mengingat-kan naskah kesepakatan ta-hun 1997 bahwa harian itu akan berhati-hati dalam me-muat berita, komentar tentang umat Islam. Kami berharap ke depan Kompas bersikap lebih netral,” ujar dia.
Dalam tuntutannya, peng-unjuk rasa meminta harian nasional itu meminta maaf dan tidak mengulangi kembali pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan umat Is-lam. Sayang pengunjuk rasa tidak menunjukkan secara detil berita mana yang diang-gap menyudutkan umat Islam tersebut.(dtc/tmp)


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin