|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tak Sadarkan diri dan mata terancam buta
Polisi Nyaris Tewas Dikeroyok Napi Papakelan
|
Sungguh apes nasib yang dialami Briptu Viktor Bea (27), anggota polisi dari jajaran Polres Minahasa Utara (Minut). Pasalnya, ketika dirinya dititipkan pihak Kejaksaan Negeri Tondano di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Papakelan karena terlibat suatu kasus, tiba-tiba dikeroyok oleh sejumlah tahanan.
Akibat pengeroyokan ini, Viktor kini terbaring di rumah sakit tak sadarkan diri dengan mata yang terancam mengalami kebutaan. Dari informasi yang diterima Komentar, meski kejadian ini terjadi, Rabu (21/06) lalu, namun baru dilaporkan pihak keluarga yakni sang istri ke Polres Minahasa ketika mengetahui suaminya terbaring kritis disel tahanan.
Awal cerita hingga penganiayaan sesama penghuni LP Papakelan terjadi, bermula ketika korban ditemani sang istri, di bawah oleh pihak kejaksaan untuk menjalani proses hukum dan dititipkan ke LP Papakelan. Mungkin karena para penghuni LP Papakelan, 'alergi' melihat kehadiran aparat penegak hukum dalam hal ini polisi yang sempat membawa mereka ke ruangan tahanan atau bui, maka ketika sang istri dan pihak kejaksaan pulang, ditambah dengan minimnya pengawasan dari pihak petugas LP Papakelan, puluhan penghuni LP langsung menghajar Viktor.
Karena perkelahian yang tak sebanding, membuat Viktor terkapar tak berdaya. Meski sempat berteriak dan minta pertolongan pihak petugas Lapas, namun teriakan korban tak digubris. Dalam keadaan tak sadarkan diri, korban dibiarkan begitu saja. Kondisi korban baru diketahui keesokan harinya saat istrinya menjengguknya. Ny Bea saat itu nyaris pingsan melihat kondisi suaminya yang kemudian bergegas membawanya ke Rumah Sakit Sam Ratulangi.
Selanjutnya, Sabtu (24/06) akhir pekan lalu, Ny Bea melaporkan peristiwa ini ke Polres Minahasa. Sejumlah rekan korban yang sempat menjengguk Viktor di rumah sakit, sempat heran ketika melihat yang menjaga Victor di rumah sakit adalah tahanan kasus narkoba. Dan itu menandakan, penjagaan tahanan dan narapidana di LP Papakelan sangat menghawatirkan. Ya bagimana kote itu tahanan nyanda mo lari, itu tahanan cuma bebas keluar masuk LP. Kasus pengeroyokan ini harus secepatnya di tuntaskan,” ujar sejumlah rekan Viktor dari Mapolres Minahasa.
Kepala LP Papakelan, Slamet Budihardjo mengaku kasus pengeroyokan anggota polisi didalam sel tahanan ini sementara diselidiki. “Kasus ini memang cukup menjengkelkan. Kita sedang selidiki siapa-siapa pelakunya. Lebih baik lagi kalau kasus ini polisi sendiri yang tangani. Yang pasti, semua pelaku akan diberikan sanksi berat,” ketus Budihardjo.(pen)
|
|