|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari tahapan Pilkada Sangihe 2006
Kolaborasi Golkar-PDIP, Peluang dan Tantangan
|
TIGA pasang calon Bupati - Wakil Bupati memperebutka kursi kepemimpinan di Kabupaten Sangihe Periode 2006-2001 sudah terdaftar di KPUD Sangihe. Mereka adalah pasangan kolaborasi Kristen Muslim, Inf. Richard Nixon Budiman Hi Azis Janis, SH yang diusung gabungan 11 Partai non Parlemen, pasangan kolaborasi Gender Letokol CPM Donny Makaminan Femmy Mamudi, MBA dari gabungan empat Partai di parlemen dan Drs Winsulangi Salindeho-Jabes Gaghana, SE dari kolaborasi Golkar PDIP.
Bentuk pengkhianatan paling keji terhadap perjuangan dan pengorbanan Almarhum Aris Makaminan. Hasil Rakercabsus PDIP maupun konvensi Partai Golkar, merupakan rekayasa dari para elit Partai dan para penjilat demi mengamankan kepentingan dan posisi mereka.
Dari penelusuran penulis di Tahuna, rupanya masalah yang digeluti kelompok kontra ini menjadi keprihatinan sejumlah tokoh masyarakat indenpenden yang mengharapkan lewat sukses kali ini akan tampil figur yang dapat membawa kemajuan, memberikan kesempatan ber-usaha secara merata dan adil ser-ta menghentikan praktek KKN ya-ng masih marak terjadi. Mereka memprediksi bahwa bila terpilih nanti, pada masa jabatannya kali ini Winsu akan mempersiapkan hari tuanya. Sementara Jabes yang saat sekarang saja masih di Legeslatif sudah sering terlibat terlalu jauh dalam kaitan proyek, apalagu kalau sudah jadi wakil bupati akan lebih leluasa menga-turnya sesuai kepentingan.
“Akan jadi apa nantinya Sa-ngihe ke depan?”, Demikian antara lain kesah mereka. Tam-paknya, tiga komponen ini, dua kelompok kontra di Golkar dan PDIP serta memperhati indepen-den yang prihatin akan masa depan Sangihe, akan bersatu padu dalam suatu perjuangan untuk menjegal peluang Winsu-Jabes. Dalam upaya itu, mungkin saja mereka akan menggaungkan berbagai isu untuk “menggem-bosi” pendukung kolaborasi se-perti misalnya tentang citra perjuangan Partai, diskriminasi dalam penjatahan proyek, soal etnis dan bisa saja hal-hal pribadi. Kelompok ini bukannya berkam-panye untuk mendukung salah satu pasangan. Sasaran mereka hanyalah “Asal Bukan Winsu - Jabes”.
Salah satu isu yang mungkin akan digulirkan ialah rencana pemekaran Sitaro. Berhubung Winsu merupakan satu-satunya calon yang berasal dari Sitaro, maka kelompok penentang itu tidak akan segan-segan menya-kinkan dan mengajak warga Sa-ngihe agar tidak memilih calon ya-ng berasal dari Sitaro. Biarlah Sa-ngihe untuk Sangihe, Sitaro un-tuk Sitaro.
Memang, politik tidak lepas dari permainan kotor. Prinsip-prinsip ala Machiaveli yang licik dan culas dalam mencapai tujuan lazim dilakukan. Sudah tentu setiap pasangan calon terutama Winsu- Jabes, sudah siap mental dan strategi menghadapi semua tan-tangan tersebut bagaimanapun beratnya. Dan, penulis mempu-nyai firasat, maaf ini firasat, Winsu bakal menang.
Dadu sudah dilempar dan permainan dimulai. Nasib ada di tangan Tuhan. (*****)
Penulis Adalah Wartawan Dan Pemerhati Masalah Pembangunan Daerah Perbatasan.
|
|