|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Digilas Produk Impor, Industri Makanan Terpuruk
|
Tingginya permin-taan produk makan-an dan buah-buahan impor menjadi faktor penyebab semakin terpuruknya industri makanan di daerah Sulut dan Indonesia umumnya. Kondisi ini menurut Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Dra Anneke EM Man-dagi akibat dari mi-nimnya kemampuan pengusaha dalam menggarap sumber daya alam khususnya komoditi pertanian.
“Kemampuan pengusaha da-lam menggarap sumber daya alam khususnya komoditi per-tanian masih sangat minim, sehingga wajar saja kalau ku-alitas produk makanan dalam negeri kalah bersaing,” tutur mantan Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi Disperindag Sulut itu kepada Komentar, Senin (26/06).
Untuk itu, lanjut Mandagi, saat ini program pemanfaatan sumber daya alam khususnya komoditi pertanian sangat men-desak untuk dilakukan. Pro-gram tersebut penting dalam rangka memacu munculnya te-robosan-terobosan baru di bi-dang industri makanan, sehing-ga dampaknya dapat memacu terciptanya kompetisi yang pada gilirannya meningkatkan kuali-tas produk makanan itu sendiri.
“Produksi buah-buahan dan rempah-rempah di daerah ini cukup melimpah, tapi kenapa sampai saat ini Sulut belum mampu memproduksi saos tomat botolan atau kripik buah yang notabene memiliki pasar potensial di luar negeri. Begitu juga dengan komoditi kelapa yang jadi primadona daerah Sulut, sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan untuk mengha-silkan produk makanan berku-alitas,” tutur wanita kelahiran Tomohon 49 tahun silam itu.(gra)
|
|