|
|
|
|
![]() |
![]() |
Akibat banjir, Trans Sulawesi terputus
Distributor Khawatir Suplai Elpiji Terganggu
Bencana banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bol-mong) yang juga mengakibat-kan terputusnya jalur trans Sulawesi, saat ini belum ber-dampak terhadap suplai Li-quified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji ke daerah Sulut. Na-mun jika hingga 10 hari ke depan kondisi trans Sulawesi belum juga kembali normal, distributor elpiji khawatir suplai akan terganggu.
“Stok memang masih cukup un-tuk 10 hari ke depan. Tapi kalau sampai 10 hari ke depan jalur trans Sulawesi belum juga nor-mal, suplai elpiji kemungkinan akan terganggu,” kata Direktur PT Tangkoko, Ivan Palibutan, se-laku dealer resmi elpiji Perta-mina.
Ivan mengatakan, sampai Se-nin (26/06) kemarin harga elpiji relatif masih stabil. Elpiji tabung 12 kilogram tetap dijual dengan harga Rp 80.000, sedangkan elpiji tabung 50 kilogram Rp 325.000.
“Suplai belum terhambat, jadi dampaknya belum berpenga-ruh terhadap harga. Harga ke-mungkinan akan mengalami pergerakan kalau sampai 10 hari ke depan jalur trans Sula-wesi belum juga normal,” katanya.(rol)
Dampak Banjir, Harga Beras Bergerak Naik
MANADO- Bencana banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang mengakibatkan ratusan hektar lahan sawah di daerah itu terancam gagal panen, mulai berdampak terhadap harga beras di Kota Manado. Buktinya, Senin (26/06) kemarin harga pembelian beras ditingkat distributor mulai mengalami kenaikan. Namun meski demikian, harga eceran beras di sejumlah pasar tradisional umumnya masih stabil.
“Harga pembelian beras kualitas medium seperti sultan naik dari Rp 230 ribu per 60 kilogram jadi Rp 240 ribu per kilogram, begitu juga beras kualitas baik seperti superwin naik sampai Rp 260 ribu per 60 kilogram,” tutur sejumlah pedagang beras di Pasar Pinasungkulan.
Menanggapi hal ini, Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Janny Rembet SE memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan terutama untuk perkembangan harga kebutuhan pokok. “Kami akan lebih intens memantau perkembangan harga dipasar. Kalau ada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar, akan kami tindak,” tegasnya.(gra)
2010, Pelanggan Seluler
Diprediksi Capai 120 juta
MANADO - Angka penetrasi seluler yang masih kecil, yakni 49,6 juta atau 22 persen dari jumlah populasi penduduk dan didu-kung dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang stabil, menjadikan po-tensi pertumbuhan pasar seluler di Indone-sia masih sangat besar. Dengan persentasi pertumbuhan pelanggan seluler rata-rata 67 persen selang lima tahun terakhir, diperkirakan jumlah pelanggan seluler di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 100 - 120 juta. Hal tersebut diung-kapkan Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, lewat keterangan tertulis kepada Komentar, Senin (26/06).
Kiskenda yang ditunjuk sebagai wakil pembicara dari Indonesia pada acara Communic Asia Summit 2006 di Raffles City Convention Centre, Singapura, beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi geo-grafis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan luas total 1,9 juta kilometer persegi sangat menjanjikan bagi perkem-bangan indutri telekomunikasi, apalagi mengingat populasi pendu-duk Indonesia yang cukup besar, yaitu mencapai 225 juta jiwa. Dan perlu juga diketahui, dari total jumlah penduduk Indonesia 63 persen di antaranya adalah usia muda/produktif yang memiliki senses of technology dan antusiasme terhadap perkembangan teknologi.
“Pengguna seluler di Indonesia per Maret 2006 mencapai 62,5 juta, sementara penetrasi pengguna seluler sekitar 49,6 juta atau 22 persen dari populasi Indonesia. Di antara negara-negara di Asia Pasifik, persentase penetrasi seluler di Indonesia masih terbilang kecil,” katanya.
Dalam rangka meningkatkan penetrasi seluler, menurutnya ada tiga aspek yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu dukungan dalam melakukan roll out jaringan berupa kemudahan perijinan terutama di daerah-daerah, dukungan regulasi guna memudahkan trafik, dan perlunya regulasi mengenai bisnis baru.
“Peluang untuk meningkatkan penetrasi seluler di Indonesia, sangat terbuka dan menantang. Telkomsel sendiri memiliki komit-men untuk meningkatkan penetrasi seluler,’’ papar Kiskenda sera-ya menambahkan, hingga periode Maret 2006 Telkomsel masih menguasai 54 persen pangsa pasar di Indonesia.(rol)
|
|