|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Prediksi BMG:
Seminggu, Sulut akan Diterpa Hujan Lebat
|
Badan Meteorologi dan Geo-fisika (BMG) memprediksikan satu minggu ke depan hujan lebat masih akan melanda sejumlah daerah, khususnya Indonesia ba-gian utara. Hujan lebat ini juga bisa saja akan me-nyebabkan banjir.
“Yang jelas potensi hujan lebat satu minggu ini masih melan-da Indonesia bagian utara,” ujar Kepala Divisi Meteorologi BMG Ach-mad Zakir ketika dihubungi, Senin (26/06). Sejumlah da-erah yang dimaksud berpo-tensi hujan lebat yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Ternate dan Maluku. Curah hujan di wilayah ini memang tergolong cukup tinggi dan itu akan berlangsung hingga pekan depan.
Ketika ditanya kenapa peru-bahan cuaca begitu ekstrim, terutama melihat seharusnya pertengahan tahun sudah mulai musim kemarau. Ach-mad zakir menjawab sebenar-nya hujan lebat yang saat ini turun sering terjadi tiap ta-hun, mengenai adanya pe-nyimpangan bisa saja terjadi, tapi ini harus dilihat secara topografi dan juga lingkungan setempat.
Namun mengenai apakah curah hujan ini diprediksikan akan menyebabkan banjir? Kembali Zakir menjawab, banjir bisa disebabkan bebe-rapa faktor, bukan karena cu-rah hujan. “Yang jelas nama-nya hujan begitu-begitu saja. Dulu lebat, ya sekarang juga lebat, dulu hujannya dua jam, sekarang juga dua jam. Jadi ada beberapa faktor, faktor utamanya adalah lingkungan, tapi saya kurang berwenang menanggapi soal ini,” jawab-nya sedikit menghindar.
KELALAIAN
Sejauh ini, beragam bencana terus menderu Indonesia. Be-lum selesai tsunami di Aceh, belum tuntas gempa di Yogya, kini banjir dan tanah longsor pun merendam berbagai kota di Kalimantan dan Sulawesi. Bencana ini dinilai juga sebagai kelalaian pemerintah.
“Kejadian bencana yang ter-jadi tidak terlepas dari kesa-lahan pemerintah sendiri,” ujar Direktur Eksekutif Waha-na Lingkungan Hidup Indo-nesia (WALHI) Chalid Muha-mmad dalam rilis yang dite-rima, Senin (26/06) seperti dilansir detik.
Chalid menilai pemerintah tidak pernah memberikan informasi yang cukup kepada warga masyarakat sampai bencana itu terjadi. “Tidak sampainya informasi jenis dan sumber ancaman bencana merupakan kesalahan peme-rintahan SBY-Kalla,” tandas-nya.
Pemerintah pun dinilainya tidak melakukan upaya me-ningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga masya-rakat sehingga memiliki ke-rentanan yang tinggi. Ditam-bahkan dia, tak ada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan seperti sistem deteksi dini. “Sistem penanganan bencana pun tak segera diperbaiki,” imbuh Chalid.
Belum lagi, penindakan hukum atas tindakan yang meningkatkan potensi an-caman bencana, menurut Chalid masih lemah. “Pelaku pembajakan liar dan pihak yang melindungi harus diseret ke pengadilan dan dihukum seberat-beratnya,” demikian tulisnya.(dtc)
|
|