HOME : FOOTBALL

Headlines News  

27 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Ikan Purba Terlihat di Dasar Laut Sulawesi


Spesies ikan purba (Coela-canth) kembali terlihat di dasar Laut Sulawesi selama ekspedisi penelitian yang di-lakukan antara 31 Maret hing-ga 4 Juni 2006. Para peneliti dari Pusat Penelitian Oseano-grafi Lembaga Ilmu Pengeta-huan Indonesia (LIPI) dan Aquamarine Fukushima Je-pang berhasil merekam keber-adaannya menggunakan ka-mera bawah air yang dibawa Remotely Operated Vehicle (ROV).
Ikan yang ditemukan di perairan Sulawesi Tengah pada kedalaman 157 meter merupakan Coelacanth kelima yang pernah terlihat di per-airan Indonesia. Coelacanth di Sulawesi dilihat pertama kali oleh Mark V. Erdmann dari University of California di Ber-keley, AS dan istrinya Arnaz Mehta pada 1997 dalam ke-adaan mati dan dijual di se-buah pasar tradisional di Manado, Sulawesi Utara.
Baru pada 30 Juli 1998, Erd-mann berhasil memperoleh seekor ikan sepanjang sekitar 1,5 meter dan seberat 45 kilo-gram yang ditangkap jaring nelayan di sekitar Pulau Ma-nado Tua, Selawesi Utara. Ikan yang sempat hidup sela-ma sekitar tiga jam berhasil didokumentasikan dan di-amankan sebelum dikirim ke laboratorium LIPI dan seka-rang disimpan di Gedung Zoo-logi, Pusat Penelitan Biologi LIPI Cibinong, Kabupaten Bo-gor.
Dua ekor Coelacanth lainnya berhasil terekam di kedala-man 145 meter dasar laut Su-lawesi pada tahun 1999 sela-ma ekspedisi yang dilakukan para peneliti dari Max Planc Institute menggunakan kapal Baruna Jaya VIII. Meskipun hanya rekaman video, te-muan-temuan selanjutnya tetap menggemparkan dunia.
Tubuh Coelacanth bersisik tajam. Ikan berwarna gelap dan memiliki sirip empat se-perti kaki ini tidak membiar-kan telurnya menetas di luar tubuh seperti ikan lazimnya. Telur yang telah dibuahi akan ditelan dan anak-anaknya baru dikeluarkan setelah telur menetas. 
Penemuan ini menjadi menarik sebab spesies ikan ini tidak mengalami perubahan anatomi tubuh selama jutaan tahun. Fosil Coelacanth ter-muda berusia 70 juta tahun dan yang tertua 360 juta ta-hun. Ikan tersebut sebelum-nya diduga telah punah sebe-lum ditemukan kembali di pantai timur Afrika pada 1939.(kcm)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin