HOME : FOOTBALL

Berita Hukum dan Kriminal 

27 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Diduga akibat dendam lama 
Pemuda Rerer Tewas Ditikam Saat Noreng PD  


Keceriaan pemuda asal Desa Rerer, Kecamatan Kombi, bernama Encis Pakasi (23), untuk menyaksikan noreng (nonton bareng) Piala Dunia (PD) antara Spanyol dan Arab Saudi, Sabtu (24/06), akhir pekan lalu, akhirnya berbuntut malapetaka, dan duka cita pihak keluarga. 
Pasalnya, akibat dendam lama antara Encis dan sekelompok pemuda asal Desa Rerer Bawah, di bawah pimpinan SK alias Steven (27), nyawa Encis tak tertolong lagi akibat kena tikaman pisau roti yang disarangkan Steven yang saat itu ditemani rekan-rekannya berinisial JK alias Jimmy (31), DS alias Denny (30) dan MG alias Melky (21). 
Informasi yang diterima Komentar, kejadian ini berawal saat korban ingin noreng di warung milik Alce Loing, yang tak jauh dari rumahnya. Tanpa diduga, sejumlah pemuda yang merupakan musuh mereka selama ini juga berada dalam warung tersebut. Tak pelak melihat ancaman perkelahian itu akan terjadi, seorang warga yang bernama Jimmy mendekati korban dan memintanya untuk meninggalkan warung. 
Tanpa sepengetahan Jimmy, sepupunya Steven membuntuti korban Encis dari belakang. melihat kesempatan itu telah ada, maka Steven langsung menyerang Encis dengan pisau roti yang dipegangnya. Akibat terkena tikaman pisau roti itu, maka Encis langsung roboh berlumuran darah. Sementara Steven langsung mengambil langkah seribu, meski pada akhirnya ditangkap pihak petugas kepolisian saat itu juga. 
Meski sempat dibawah warga ke Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano dan dirujuk ke RSU Prof RD Kandou, namun nyawa Encis tak tertolong lagi. Hasil otopsi, diduga korban tewas akibat pisau yang menusuk korban masuk sampai ke jantung dengan tusukan mengarah ke atas sedalam 12 centimeter. Kapolres Minahasa AKBP Drs Edward Tamboto melalui KBO Reskrim Iptu Alkat Karouw SSos yang didampingi Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Aipda HA Tatoda ketika dikonfirmasi kemarin, membenarkan terjadinya pembunuhan tersebut.(pen/tr-1))

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin