|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dryer di Kauditan belum action
Ribuan Ton Jagung Terancam Rusak
|
Mesin pengering (dryer) jagung yang akan beroprasi di Keca-matan Kauditan, hingga kini be-lum action, hal ini sangat di-sayangkan sebab bisa meng-akibatkan ribuan ton jagung pe-tani akan kesulitan dalam proses pengeringan dan terancam rusak.
Sejumlah petani jagung sen-diri telah mempertanyakan ak-sistensi pabrik pengeringan ini dan perusahan yang mengelo-lannya, sebab sudah hampir me-masuki panen kedua, mereka masih dihantui oleh kecemasan pengeringan. “Kami kuatir soal proses pengeringan sebab kalau hanya mengandalkan matahari tidak cukup untuk menghilangkan kadar air biji jagung.,” ujar Ber-nadus Togas salah seorang pe-tani jagung di wilayah Kauditan.
Kadis Pertanian Minut, Ir Yoppy Lengkong ketika dikonfir-masi mengakui hal ini, hanya sa-ja ia menjelaskan bahwa ken-dalanya hanya tersandung pada kesiapan listrik yang belum me-madai. Ia menjelaskan dryer yang akan digunakan tersebut pembangunannya sudah dalam tahap perampungan.
Ia menambahkan, nantinya ka-lau telah dioperasikan, dryer ter-sebut akan mampu menampung 200 Ton/hari. “Kendalanya seka-rang ini hanya tenaga listrik yang ada di Minut, dan dryer itu sudah terpasang,” kata Kadis Pertanian Ir Yoppy Lengkong, kepada wartawan, Senin (26/06).
Lengkong menyatakan, selama ini pihaknya telah bermohon un-tuk penambahan 82 Kilo watt yang diajukan kepada PLN, te-tapi sampai sekarang masih ma-suk daftar tunggu. “Sudah ada pengajuan dari kami tapi sampai sekarang masih masuk daftar tunggu,” ujarnya.(ran)
|
|