|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Banjir di Dumoga
Siklus Sepuluh Tahunan
|
Salah seorang legislator Dekab Bolmong, Sarjan Bonde, yang juga seorang warga Dumoga mengungkapkan dengan rinci bahwasanya banjir di daratan Dumoga itu, adalah siklus setiap sepuluh tahunan. Karena hal serupa pernah terjadi tahun 1995 silam, pun sepuluh tahun sebelumnya yakni di era tahun 1880, namun tidak separah seperti sekarang ini.
Menyadari siklus tersebut, kerusakan akibat banjir sebe-narnya masih bisa diminima-lisir, salah satu di antaranya dengan mengurangi segala bentuk penggundulan hutan, entah itu oleh illegal logging ataupun perombakan hutan untuk dibuat areal perke-bunan rakyat.
“Pengalaman saya, banjir tahun 1995 silam, tidak sepa-rah yang sekarang ini. Hasil analisa sementara kami, kare-na saat itu masih jarang terja-di penebangan kayu di hutan Dumoga, juga masih sangat sedikit warga yang membuka hutan untuk lahan pertanian. Dibanding dengan sekarang ini, kita tahu bersama kalau sudah banyak hutan di wila-yah Dumoga yang gundul akibat penebangan kayu,” beber Sarjan Bonde.
“Namun semua telah terjadi, bukan saatnya untuk saling melempar kesalahan karena saudara-saudara kita seka-rang masih sangat membutuh-kan uluran tangan. Sebaiknya, mari kita mengintrospeksi diri, sambil memikirkan upaya pencegahan terhadap keru-sakan bila hujan deras yang berkepanjangan akan bersi-klus lagi sepuluh tahun kemu-dian,” papar Bonde bijak, turut diaminkan rekannya dari Dumoga, Jack Sahanggamu.
Di sisi lain, sebagai warga yang langsung merasakan dampak banjir di Dumoga, Bonde berpesan kepada Pem-kab Bolmong agar dapat mengantisipasi dampak pascabanjir. Karena dikha-watirkan wilayah Dumoga akan rawan dari penyakit. “Kami sangat mengharapkan kesediaan obat-obatan dan tim medis, bukan hanya seka-rang ini tapi sampai pasca- banjir nanti. Ini adalah kebu-tuhan vital warga, selain ban-tuan sembako yang sampai sekarang masih terus berda-tangan,” pesan dia.
Sementara itu, Ketua Komisi C Dekab Bolmong Herson Ma-yulu SIP, menyambung per-mintaan warga Dumoga tadi, dengan mengimbau kepada Pemkab Bolmong agar segera mendata semua kerusakan dan kerugian yang ada. “Ben-cana alam di negara kita bisa dibilang merata, banyak dae-rah yang sekarang bergelut di pusat untuk mencari bantuan. Biar kita tidak ketinggalan, se-baiknya Pemkab sesegera mungkin menyampaikan lapor-an ke pusat,” ucapnya.(tus)
|
|