|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Banjir Bolmong mulai surut
Ratusan Rumah Masih Tergenang, Tiga Hanyut
|
Bencana banjir masih terus menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Musibah itu terjadi setelah air Sungai Ongkag meluap lagi. Ratusan rumah di Kecamatan Lolayan tergenang, bahkan tiga rumah di Desa Mopusi hanyut terbawa arus. Selain itu, jembatan utama di Desa Tanoyan nyaris putus.
Sejauh ini, banjir yang me-landa Bolmong menewaskan seorang warga. Korban adalah Marnabas Baa (55 tahun), warga Tapadaka Kecamatan Dumoga Timur. Marnabas te-was tertimbun longsor tanah, Senin (26/06) dini hari. Infor-masi itu dibenarkan Dandim 1303 Bolmong, Letkol Czi Wiryo, yang juga Komandan Sat korlap untuk bencana alam di Bolmong. “Korban su-dah ditemukan, dan telah di-kebumikan,” kata Wiryo, ke-marin siang.
Wartawan Komentar di Bol-mong kemarin melaporkan, kerusakan jembatan terjadi Senin sore (26/06). Salah satu ujung jembatan terlepas dari sangkutan di badan jalan. Akibatnya, ujung jembatan itu turun beberapa sentimeter. Untung saja, ujung yang satu-nya lagi termasuk kuat mena-han beban, hingga jembatan itu masih bisa dilalui manu-sia.
Namun tampaknya badan jembatan tidak kuat lagi terus menahan derasnya air, karena jarak antara ujung jembatan yang putus ini semakin men-jauh dari jalan. Sampai kema-rin pagi, beberapa warga tam-pak masih juga berani me-nyeberanginya, meskipun dengan bantuan beberapa pohon bambu yang diletakkan melintang antara jalan dan ujung jembatan yang terlepas. Karena kerusakan jembatan itu, arus lalu lintas menuju Desa Mopusi yang berada di ujung utara Lolayan, terpaksa harus memutras melewati Matali baru.
Senin sore, pemandangan memilukan lainnya dialami beberapa warga di wilayah Kecamatan Lolayan. Tiga ru-mah milik penduduk Desa Mopusi hanyut terbawa arus. Ketiga rumah ini memang terletak hanya beberapa meter dari tepi Sungai Ongkag yang meluap. Selain itu, tujuh ru-mah milik warga Mopusi han-cur karena dilewati arus sungai.
Kampung dari anggota De-kab Bolmong Abdul Kadir Mangkat ini mengalami dam-pak parah akibat luapan air sungai. Puluhan rumah lain-nya pun turut tergenang air. Sudah begitu, derasnya air sungai mulai menyebabkan abrasi, sehingga rumah-ru-mah di dekat aliran sungai ter-ancam ambruk. Namun warga masih bersyukur, karena ketegangan itu hanya sempat terjadi sejak Senin sampai malam, dan kemarin pagi, air sudah turun lagi.
Dari data Pemkab Bolmong, sedikitnya ada 75 rumah di Desa Tanoyan Utara yang ter-genang air luapan air sungai, berikut 65 rumah di Desa Mo-pusi dan 115 rumah di Tano-yan Selatan. Saking beratnya dampak yang dialami warga di tiga Desa ini, kemarin pagi Bu-pati Bolmong langsung me-ngunjungi lokasi bencana se-kaligus menyalurkan bantuan sementara kepada warga yang terkena korban.
DUMOGA
Sementara itu, kondisi ter-akhir di Dumoga sampai ke-marin pagi dilaporkan air su-dah semakin turun. Jalan-jalan pun mulai dibersihkan dari lumpur. Meski begitu, warga sempat panik pada Senin malam, karena hujan masih turun juga, dan debit air sempat naik lagi sampai ketinggian setengah meter. “Dini hari tadi (kemarin) sete-lah hujan reda, genangan air pun berangsur turun, dan kini jalan di sana sudah bisa dila-lui kendaraan,” kata Yudha Rantung, kemarin siang.
Sebaliknya, di Kecamatan Bolaang, air Sungai Ongkag kembali meluap sampai me-nyentuh badan jembatan. Hanya saja, masih bisa dilewati oleh kendaraan, sehingga arus lalulintas di jalur Trans- Sulawesi, tidak mengalami kemacetan. Begitu juga di ruas jalan Desa Solog, meski air meluap lagi sampai ke badan jalan setinggi sekitar setengah meter, namun kendaraan masih tetap bisa melewatinya.
Bupati Dra Marlina Moha-Sia-haan sendiri sudah meninjau lokasi bencana di Lolayan. Se-dang Wakil Bupati Drs Hi Sehan Mokoapa Mokoagow turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Bolaang dan Lolak.(tus)
|
|